Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Minum Pil Satu Genggam, Ditemukan Tewas Membusuk

05 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Polsek Ngoro melakukan evakuasi mayat Lailatul Qodri yang ditemukan tergeletak di kebun belakang rumah, Senin (3/12).

Petugas Polsek Ngoro melakukan evakuasi mayat Lailatul Qodri yang ditemukan tergeletak di kebun belakang rumah, Senin (3/12). (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Warga Dusun Sedati, Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, gempar.

Lailatul Qodri, 51, warga Dusun Sedati RT 01 RW 01 ditemukan meninggal di kebun belakang rumahnya, Senin (3/12) sekitar pukul 15.00. Kondisinya tertelungkup, membusuk, dan sudah dikerubungi belatung.

Kapolsek Ngoro AKP Gatot Wiyono, mengungkapkan, kejadian tersebut diketahui kali pertama Seniman, warga setempat. ’’Ketika sedang membuka tokonya yang berlokasi di depan pekarangan korban, dia mencium bau yang menyengat,’’ katanya.

Dia pun mencari sumber bau tersebut. Dia melihat sesosok mayat yang tergeletak di sekitar kebun. Korban saat itu dalam keadaan tertelungkup, membusuk dan sudah banyak belatungnya.

Seketika warga memberitahukan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat. Akhirnya perangkat melaporkan ke Polsek Ngoro. Mendapat laporan tersebut, tim identifikasi seketika mendatangi lokasi untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

’’Kondisi korban sudah mengembang dan banyak belatungnya. Dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,’’ katanya. Diduga korban tewas akibat penyakit jantung.

Gatot menambahkan, dari hasil keterangan saksi-saksi, korban selama ini hidup seorang diri di dalam gubuk di pekarangan miliknya. ’’Korban dengan orang tuanya tidak akur atau tidak bertegur sapa sudah lama,’’ katanya. 

Selain itu, korban memiliki riwayat temperamen tinggi dan mempunyai kebiasaan minum obat Esepuluh dalam jumlah yang banyak. ’’Korban minum pil satu genggam sekali minum. Diduga korban tewas akibat penyakit jantung,’’ paparnya.

Untuk mengetahui penyebab kejadian, korban dimintakan verifikasi mayat ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Pasuruan Jawa Timur guna penyelidikan lebih lanjut. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia