Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Nasib Pemain-Pelatih di Tangan Manajer Persem

04 Desember 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Pelatih Persem Mojokerto, Hartono memberikan instruksi kepada salah satu pemainnya Dicky Nugroho saat latihan di Gelora A. Yani Kota Mojokerto.

: Pelatih Persem Mojokerto, Hartono memberikan instruksi kepada salah satu pemainnya Dicky Nugroho saat latihan di Gelora A. Yani Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Mimpi menembus kompetisi Liga 2 musim depan harus dikubur dalam-dalam.

Hal ini setelah langkah Persem Mojokerto akhirnya kandas di babak 32 besar Liga 3 zona nasional pasca di pertandingan terakhir, Minggu (2/12) menderita kekalahan tipis 2-3 atas tuan rumah Bogor FC.

Dari pertandingan itu, praktis Persem hanya mampu meraup 3 poin dari 3 kali pertandingan selama babak penyisihan grup C. Sehingga hanya bisa nangkring di posisi 3 besar klasemen grup C.

Alhasil, tiket lolos ke fase 16 besar pun lepas, setelah menjadi milik Persiba Bantul dan Bogor FC sebagai dua tim peringkat atas klasemen. Kegagalan ini sekaligus menghentikan aktivitas Laskar Damarwulan di musim ini.

Pasalnya, sudah tidak ada lagi pertandingan yang bakal dijalani David Aprilianto dkk di sisa waktu kompetisi. Selain gagal di babak 32 besar, Persem juga tidak masuk dalam daftar tim yang lolos di babak 32 besar Piala Indonesia.

Sehingga, tidak dibutuhkan lagi upaya perbaikan tim atau pola latihan terstruktur. Seperti yang telah mereka jalani selama hampir 9 bulan terakhir.  

Manajer teknik Persem Mojokerto Eri Prayogo mengakui jika skuad Persem sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi dalam eksistensinya di musim ini.

Selain langkahnya yang telah terhenti di 32 besar, anak asuh Hartono ini juga sudah tidak punya hak lagi untuk menikmati sengitnya persaingan di kompetisi atau turnamen pada level manapun. Sehingga, tidak diperlukan aktivitas tim seperti yang telah dijalani sejak bermain di zona Jatim hingga di level nasional.

’’Ya, kita sudah tidak bisa main lagi di sisa waktu kompetisi tahun ini. Tapi, secara prestasi dan capaian, sebagai tim yang baru eksis lagi, kita termasuk tim dengan kualitas yang tak bisa diremehkan,’’ ungkapnya.

Akan tetapi, Eri mengaku belum mengetahui soal kelanjutan nasib pemain dan pelatih di tim yang telah mereka bela sejak Maret hingga Desember ini. Sebab, hingga sekarang belum ada keterangan apa pun dari manajemen soal masa depan pemain dan pelatih.

Selain masih dalam perjalanan pulang ke Mojokerto, manajemen juga masih harus mengevaluasi kinerja tim sebagai dasar dalam menentukan nasib tim di musim depan.

Selain itu, juga menunggu keputusan manajer tim, Muchamad Yusuf Andre, yang juga investor sekaligus penanggung jawab tim di musim.

’’Keputusannya tergantung manajer nanti. Sekarang anak-anak masih dalam perjalanan menuju pulang ke Mojokerto. Mungkin setelah evaluasi, baru ada kejelasan,” tandasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia