Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

17 Tahun Sekdes Nyabu, Beralasan Sembuhkan Penyakit

04 Desember 2018, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sekretaris Desa (Sekdes) Wotanmasjedong, Jumadi, 46, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto akhirnya menemui kejelasan.

Pasca dilakukan penangkapan bersama salah satu warganya, Adi Prayitno, 50, keduanya kembali ”dilepas”. Namun, harus menjalani proses assessment dan diserahkan ke BNNK Mojokerto.

’’Keduanya terbukti hanya pemakai,’’ kata Kanitreskrim Polsek Ngoro Ipda Selimat, kemarin (4/12). Menurut Selimat, keduanya juga tidak terbukti memiliki atau mengedarkan sabu-sabu.

Sehingga sesuai aturan, harus dilakukan assessment untuk dilakukan rehabilitasi. ’’Tidak dilepas. Tapi, dilimpahkan ke BNNK untuk direhabilitasi,’’ tandasnya.

Berbeda dengan dua pelaku lainnya yang ikut ditangkap di hari yang sama. Fuad Hasyim, 31, warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro dan Sahidin, 37, warga Wotanmasjedong itu terbukti menjadi kurir dan pengedar sabu-sabu.

Dari keduanya petugas mendapati 15 paket sabu-sabu siap edar. ’’Keduanya (Fuad dan Sahidin, Red) juga sedang dalam tahanan kami,’’ tuturnya. Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi, membenarkan proses pelimpahan dan assessment Jumadi dan Adi Prayitno ke lembaganya.

’’Sekarang dalam proses assessment,’’ katanya. Dia menjelaskan, keduanya merupakan korban penyalahgunaan barang berbahaya. Sehingga proses assessment tersebut sebagai langkah awal melakukan rehabilitasi.

Apalagi, dari hasil assessment, lanjut Suharsi, keduanya diketahui sudah mengonsumsi sabu-sabu sejak lama. Jumadi mengonsumsi sabu-sabu dari tahun 2001. Sementara Adi Prayitno baru setahun berjalan.

Uniknya, dia menggunakan sabu-sabu dengan alasan dapat menyembuhkan penyakit yang diderita. ’’Sekdes ini katanya untuk penyembuhan penyakit stroke-nya. Untuk Adi, dia memakai karena ikut-ikutan sekdes. Kalau sekdes mengonsumsi dia ikut mengonsumsi,’’ tandasnya.

Namun, terlepas dari itu, kata Suharsi, dalam hal ini BNNK hanya menindaklanjuti pelimpahan dari Polsek Ngoro. ’’Rehabilitasinya nanti di Rumah Sakit Kamar Medika. Ada sampai 8 kali konseling untuk Jumadi, dan 4 kali untuk Adi,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia