Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Seleksi Pemain, Askab PSSI Belum Temukan Kepastian

02 Desember 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto Nono Srihartowo memberi instruksi kepada pemain yang terpilih dari hasil seleksi.

Pelatih tim porprov Kabupaten Mojokerto Nono Srihartowo memberi instruksi kepada pemain yang terpilih dari hasil seleksi. (Askab PSSI for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pelaksanaan seleksi pemain selama dua hari yang telah dilakoni cabor sepak bola Kabupaten Mojokerto rupanya belum menemukan hasil pasti.

Askab PSSI Mojokerto sebagai induk cabor masih menimbang beberapa formula sebelum menentukan sosok yang pantas mengisi slot pemain untuk tim Porprov Jatim 2019. Termasuk regulasi kompetisi porprov sebagai faktor penentu dalam membentuk tim sepak bola ideal.

Sampai saat ini, kehadiran regulasi tersebut masih ditunggu sebelum menentukan pemain yang akan membela Kabupaten Mojokerto di ajang olahraga tingkat provinsi yang berlangsung 4 tahunan itu.

’’Regulasinya belum keluar. Kita kemarin hanya menentukan pemain berdasarkan batasan usia saja,’’ ungkap Alfiyah, Sekretaris Askab PSSI Mojokerto.

Tak dipungkiri, regulasi menjadi poin vital yang harus diperhatikan tim pelatih demi menentukan kualitas dan kuantitas tim dan pemain yang terbaik. Selain batasan usia, status pemain juga menjadi sesuatu yang harus diperhatikan sebelum menjadi batu sandungan.

Apakah masuk dalam kategori profesional atau amatir. Sebab berdasarkan regulasi sebelum-sebelumnya, status pemain yang diturunkan dalam kejuaraan perwakilan daerah selalu bersifat amatir atau belum terikat kontrak dengan klub profesional.

Nah, fakta dalam seleksi yang bergulir pekan kemarin, ada sejumlah pemain yang sebelumnya pernah bergabung dalam tim U-16 dan U-19. Klub profesional justru berminat bergabung membela Kabupaten Mojokerto.

Mereka rata-rata pemain binaan klub internal Mojokerto, namun menjadi bagian dari tim level junior klub di Liga 1 dan Liga 2. Fakta tersebut yang menjadi pertimbangan di internal Askab PSSI dan tim pelatih.

Apakah mereka masih bisa diikutkan dalam proses seleksi hingga terpilih atau tidak. ’’Kemarin ada beberapa pemain yang sebelumnya masuk dalam tim U-19 Perserui.

Meskipun kita juga harus mempertimbangkan kualitas skill dalam proses seleksi. Tidak hanya soal status pemainya saja. Kita lebih baik menunggu dulu regulasinya,’’ tambahnya.

Dalam proses seleksi itu, setidaknya ada 80-an pemain nonprofesional yang turut serta bersaing merebut slot pemain utama. Mereka rata-rata berasal dari perwakilan klub anggota internal Askab PSSI Mojokerto dengan usia rata-rata di bawah 20 tahun.

Dalam seleksi itu, setidaknya tim pelatih akan memilih 30 pemain yang akan mengisi skuad utama. Mereka yang terpilih nantinya akan melakoni latihan di Stadion Gajah Mada Mojosari selama dua bulan.

Sebelum menjalani laga Pra-Porprov Jatim sebagai babak pendahuluan menuju babak utama porprov Juni 2019 nanti. ’’Yang menentukan sepenuhnya adalah pelatih. Sementara ini kita masih menunggu regulasinya dulu,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia