Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Diikuti Kakek Berusia 82 Tahun, Kenang Heroisme Pahlawan

02 Desember 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Peserta GJP Mojosuro dari garis start di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Peserta GJP Mojosuro dari garis start di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

GERAK Jalan Perjuangan (GJP) Mojokerto-Suroboyo (Mojosuro) adalah gerak jalan legendaris. Dimulai dari tahun 1955. Start di Mojokerto hingga finis di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya.

Gerak jalan tersebut menjadi bagian napak tilas dari semangat perjuangan para pahlawan di pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pada waktu itu, ribuan pejuang dari berbagai kalangan berkumpul di Mojokerto.

Lalu berangkat beramai-ramai menuju Surabaya untuk melawan penjajah. Tahun 1965 GJP Mojosuro sempat dihentikan karena pecahnya peristiwa G30 PKI. Eko Surisno, 82, adalah salah satu peserta perseorangan.

Tubuhnya nampak kurus dan jalan terbungkuk. Namun, semangatnya pantang menyerah. Saat Mata Lensa menemuinya di garis start di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Sabtu (1/12).

Sorot matanya tajam. Menandakan semangatnya yang masih luar biasa. Ia mengaku mengikuti GJP Mojosuro ini sejak pertama kali diadakan. Hingga saat ini, ia pun tak mau ketinggalan.

Bersama ribuan anak muda dan warga Jawa Timur (Jatim), Sutrisno berbaur dan berjalan hingga garis finis yang berjarak kurang lebih 50 km. Selain untuk mengenang heroisme para pejuang, GJP tersebut selalu dinanti oleh masyarakat karena menjadi hiburan tersendiri.

Banyak peserta yang menggenakan kostum unik. Mulai dari pejuang hingga kuntilanak. Di acara itu, memedi dan tuyul pun tak menjadi sesuatu yang menakutkan lagi. Justru menghibur. Tak heran jika deretan penonton memadati tepian jalan sepanjang rute perjalanan.

Deretan masyarakat Mojokerto yang menonton pun nampak tawa ceria menyaksikan ribuan peserta dengan tampilan jenaka. Diperkirakan peserta pertama tiba di garis finis menjelang subuh. 

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia