Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tertimpa Pohon, Loket Petirtaan Jolotundo Hancur

02 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kondisi pos loket masuk objek wisata Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang tertimpa pohon.

Kondisi pos loket masuk objek wisata Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang tertimpa pohon. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Bangunan pos loket bawah di lingkungan Petirtaan Jolotundo Desa Seloliman, Kecamatan Trawas,  Kabupaten Mojokerto hancur Sabtu sore (1/12).

Kondisinya mengalami kerusakan parah setelah loket berada sekitar 200 meter dari wisata yang dikelola Disporabudpar Kabupaten Mojokerto itu tertimpa pohon berdiameter 296 cm dan panjang 20 meter.

Pohon jenis Gondang tersebut merupakan milik BKPH Penanggungan, KPH Pasuruan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.10 WIB.

Saat itu, masyarakat sekaligus penjaga loket dibuat kaget dengan suara keras yang tiba-tiba terdengar dari bawah. ’’Setelah dicek pohon besar tumbang menimpa loket,’’ ungkap Warno, salah warga.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Selain karena kondisi loket sedang kosong, arus lalu lintas memang sepi. Karena tak terlalu banyak pengunjung yang datang. Sehingga arus lalu lintas menuju petirtaan relatif lengang.

’’Kan pos itu memang dipakai saat hari besar tertentu. Saat ramai-ramainya pengunjung,’’ tegasnya. Koordinator Petirtaan Jolotundo, Disporabudpar Kabupaten Mojokerto Suharto membenarkan peristiwa tersebut.

Kata dia, belakangan ini petugas memang lebih memanfaatkan loket atas atau lebih dekat dengan lokasi wisata untuk penarikan sekaligus penjualan tiket wisatawan. ’’Alhamdulillah tidak sampai ada korban,’’ ungkapnya.

Menurut Suharto, peritiwa ini memang cukup mengejutkan. Sebab, saat kejadian, tidak ada hujan atau angin kencang. Tumbangnya pohon berdiameter 296 cm ini diduga akibat mengalami keropos dan termakan usia.

Banyak tangkai dan batang pohon lapuk. ’’Diduga usia pohonnya sudah ratusan tahun,’’ terangnya. Batang ohon juga menimpa tiang listrik dan tiang lampu penerangan jalan umum (PJU).

Arus listrik yang mengarah ke wisata di lereng barat Gunung Penanggungan itu terputus.  Hingga kemarin petang area wisata juga terjadi pamadaman listrik. Kerugian dari peristiwa ini ditafsir sekitar Rp 25 juta.

Kendati demikian, petugas langsung melakukan evakuasi. Utamanya membersihkan ranting dan pohon yang menutup akses jalan menuju wisata petirtaan.  Termasuk berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mojokerto dan Perhutani.

’’Sore ini (kemarin, Red) langsung bisa kita bersihkan. Khususnya pohon yang menutup ruas jalan raya. Terkendalanya, hanya listrik yang masih padam,’’ tandas Suharto. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia