Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Identitas Bebas Berekspresi Yang Masih Ngetren

01 Desember 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Seni piercing masih menjadi tren di kalangan muda kekinian.

Seni piercing masih menjadi tren di kalangan muda kekinian. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

TINDIK bagi pria semakin ngetren belakangan ini. Bergeser mengikuti pergaulan yang sedang berlangsung. Kenyataan itu berbeda dengan zaman dulu.

Dimana pria bertindik lebih ditujukan untuk kepercayaan atau keyakinan. Bukan hanya di telinga, sejumlah bagian tubuh pria lain nyatanya juga mulai banyak mendapat tusukan piercing.

Seperti lidah, alis hingga bibir. Bahkan sampai ke organ genitalnya. Namun tidak banyak yang tahu, bahwa tusukan tindik bakal membawa bekas di dalam tubuh selama hidup.

Sehingga tindik tidak bisa dianggap sebagai bahan uji coba. Pernyataan itu yang diakui Yogi Yanuarko, pria asal kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto.

Dirinya tertarik terhadap tindik bukan lantaran untuk gaya-gayaan. Melainkan sebagai simbol identitas dirinya sebagai seseorang yang bebas berekspresi.

Sehingga apa yang dilakukan, ia siap menerima segala konsekuensinya. Termasuk tindik yang bakal membawa bekas di sekujur tubuh.

’’Sekali dagingmu ditusuk, saat itu juga meninggalkan bekasnya. Jaringan parut (keloid), benjolan, rasa sakit terhadap pembuatan lubang tindik itu tetap akan membekas, bahkan ketika sudah melepaskan tindik. Jadi perlu pertimbangan matang,’’ ungkapnya.

Yogi menjelaskan, bagi penikmat seni piercing, tusukan tindik dinilai mengandung unsur nikmat. Sehingga sekali merasakannya, bisa jadi akan ketagihan.

Namun sekali lagi, dirinya mewanti-wanti agar mempertimbangkan masa depan bagian tubuh yang ditindik.

’’Kalau saya menyarankan tidak lebih dari tiga lubang saja. Karena kan tiga lubang sudah menunjukkan identitas kita,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia