Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Evaluasi Total Jelang Laga Penentu

01 Desember 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Hanafi Ramadhan, salah satu pemain senior yang diandalkan sebagai panutan di antara penggawa muda Persem Mojokerto.

Hanafi Ramadhan, salah satu pemain senior yang diandalkan sebagai panutan di antara penggawa muda Persem Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kekalahan tipis 1-2 atas Persiba Bantul di laga kedua babak 32 Besar Liga 3 zona nasional pada Kamis (29/11) menjadi evaluasi besar pelatih dan manajemen Persem Mojokerto.

Penampilan Laskar Damarwulan di laga kemarin seolah menjadi antiklimaks jika dibandingkan ketika melawan Kotabaru FC di laga pertama pada Senin (26/11).

Meski tak meremehkan kualitas permainan Laskar Sultan Agung, namun performa David Aprilianto dkk justru menunjukkan grafik sebaliknya.

Kekurangan tersebut yang menjadi ancaman serius Persem jika tak mampu memperbaiki performanya sebelum melakoni laga terakhir babak 32 besar melawan tuan rumah Bogor FC pada Minggu (2/12).

Ya, menurunnya kualitas permainan di laga kedua kemarin diakui tim pelatih sebagai kekurangan yang tak bisa ditutupi. David Aprilianto dkk seolah bermain tanpa arah dan tujuan yang pasti saat berhadapan dengan pemain lawan.

Bahkan, bisa dibilang konsentrasi mereka sudah buyar sejak awal laga dimulai. Berdasarkan analisa sementara, mental tim asuhan Hartono ini sudah turun sejak awal laga.

Di mana, target menang dan lolos ditengarai menjadi faktor utama kurang fokusnya permainan Persem. Sehingga masing-masing pemain terlihat individualis. Bahkan, menjurus emosional ketika berhadapan satu lawan satu dengan pemain Persiba.

’’Nggak tahu apa penyebab pastinya. Yang jelas anak-anak masih terbebani dengan target menang. Apalagi tim yang dihadapi adalah Persiba yang punya catatan bagus di semua level kompetisi Indonesia. Sehingga mainnya banyak yang emosi,’’ ungkap Eri Prayogo, manajer teknik Persem.

Penilaian Eri itu tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, di laga itu, 5 pemain Persem tidak bisa mengelak dari kartu kuning yang dilayangkan wasit akibat kerasnya pelanggaran yang mereka perbuat.

Bahkan, sempat mencelakai salah satu pemain Persiba, Edgar yang mengalami patah kaki setelah mendapat tekel keras dari trio lini belakang Persem di menit ke-72.

’’Secara tim sebenarnya imbang. Tapi, nggak tahu anak-anak kayaknya ada beban. Sehingga tidak bisa enjoy dalam bermain. Akhirnya menjurus emosi,’’ tambahnya.

Nah, persoalan itu yang kini menjadi fokus tim pelatih dalam upaya pembenahan di dua hari jeda waktu jelang pertandingan krusial pada Minggu (2/12). Dimana, nasib dan kelanjutan perjalanan Persem di Liga 3 bakal ditentukan di laga yang berlangsung di Stadion Mini Cibinong tersebut.

Tiga poin menjadi hasil wajib yanag diraih David Aprilianto dkk jika ingin lolos ke putaran 16 besar. Kalah atau imbang tidak bisa menjadi jaminan lolos bagi Persem yang kini menghuni peringkat tiga klasemen sementara grup C.

’’Harus menang. Karena kita kalah poin dari dua tim pesaing, Persiba dan ruan rumah. Bisa jadi pertandingan Minggu besok adalah penentuan nasib kita sendiri di kelanjutan Liga 3,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia