Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Lolos Passing Grade SKD, Bukan Jaminan Masuk SKB

01 Desember 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Hingga Jumat (30/11) malam tadi, belum ada kepastian terkait jumlah peserta CPNS Kota Mojokerto yang berhak maju ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

Kepastiannya masih menunggu hasil verifikasi dan validasi oleh penitia seleksi nasional (panselnas). Meski demikian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah memperkirakan jumlah peserta yang berpeluang lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) sekitar 472 orang.

Ketua BKD Kota Mojokerto Edri Agus Subianto, mengungkapkan, estimasi peserta yang lolos tersebut berdasarkan hasil rekonsiliasi antara panitia seleksi daerah dan panselnas.

Angka itu didapat dari penggabungan peserta yang lolos passing grade dan non-passing grade berdasarkan hasil perankingan. ”Tapi, masih menunggu pengumuman resminya. Karena ada daerah-daerah yang belum selesai verifikasi,” terangnya.

Meski hasil yang memenuhi passing grade SKD 4-5 November lalu hanya 174 peserta, tetapi dia memastikan dari 248 formasi yang dibuka di Pemkot Mojokerto akan terpenuhi seluruhnya.

Itu menyusul diterapkannya sistem pemeringkatan. Aturan itu sebagaimana tertuang dalam Permen PAN-RB 61 Tahun 2018. Sehingga, peserta yang tidak lolos passing grade berpeluang mengikuti SKB.

Dengan catatan, peserta dari jalur umum memenuhi ambang batas nilai kumulatif minimal 225. Sedangkan formasi khusus eks honorer K-2 harus memperoleh nilai minimal 220.

”Yang formasinya tidak tercukupi akan diambil tiga terbaik dari peserta yang tidak  passing grade,” ujarnya. Di sisi lain, diterbitkannya aturan anyar itu rupanya tidak sepenuhnya membuat peserta lebih tenang.

Sebab, pemeringkatan tidak hanya berlaku bagi peserta non-passing grade, tetapi juga berlaku bagi peserta yang berhasil memenuhi nilai ambang batas. ”Kami tidak tahu juga, karena data-data siapa saja yang lolos kita belum tahu,” paparnya.

Sebab secara aturan main, terdapat beberapa variabel untuk meloloskan peserta ke tahap SKB. Perankingan dilakukan apabila ada formasi tidak ada satu pun peserta yang lolos passing grade.

Sehingga akan diambil dari peringkat terbaik sebanyak tiga kali lipat dari jumlah kebutuhan formasi. Agus mencontohkan, kemungkinan perankingan berikutnya adalah jika peserta yang lolos passing grade kurang dari jumlah kebutuhan.

”Misalnya, kita butuh auditor 4 orang, kemudian yang lolos passing grade hanya 1 orang, dia sudah pasti ikut SKB,” paparnya.

Tetapi, tiga posisi yang belum terisi akan dilakukan pemeringkatan sebanyak tiga kali lipatnya. ”Sehingga 3 formasinya tidak tercukupi itu akan diisi 9 orang,” jelasnya.

Dengan begitu, penambahan dari kelompok perangkingan itu akan terpisah dengan peserta yang lolos murni melalui sistem passing grade.

Kendati demikian, seluruh peserta akan mendapatkan perlakuan maupun pembobotan soal dalam tes SKB sama. ”Makanya, yang lolos passing grade belum juga tentu diterima. Karena diuji lagi di SKB,” tandasnya.

Yang justru membuat peserta waswas adalah tidak seluruh peserta lolos passing grade secara otomatis maju ke tahap SKB. Ketentuan itu jika peserta lolos lebih besar dibandingkan kebutuhan formasi.

Karena setiap satu kebutuhan formasi, hanya diambil tiga terbaik dari peserta yang memenuhi nilai ambang batas. Sehingga yang mendapat peringkat di bawahnya akan tersisih.

”Kita tunggu saja pengumuman resminya. Tapi, belum tahu apakah diumumkan melalui website-nya pemda atau melalui akun masing-masing,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia