Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Azenzio Azik Anandin Balita Asal Mojokerto

Derita Tiga Penyakit Sekaligus, Bernapas dengan Alat Bantu

01 Desember 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Azenzio Azik Anandin saat ditemani ibundanya di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Azenzio Azik Anandin saat ditemani ibundanya di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. (Muh. Ramli/Radar Mojokerto)

Terserang penyakit adalah hal yang menyedihkan. Apalagi dialami sang buah hati. Seperti itulah yang diderita Azenzio Azik Anandin saat ini. Balita berusia 10 bulan tersebut bahkan divonis menderita tiga penyakit sekaligus.

NAMANYA juga seorang ibu. Jika anaknya sakit, kesedihan tidak bisa dibendung. Hal itulah yang kini sedang dialami Catur Adi Wijayanti, 23. Kesedihannya tidak bisa disembunyikan.

Matanya lebam. Sesekali tetas air matanya jatuh. Iya, dia adalah salah satu warga Dusun Bulu, Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Buah hatinya, Azenzio Azik Anandin, mengalami sakit yang tak biasa.  

Balita 10 bulan itu tervonis tiga penyakit langsung. Yanti menceritakan, Azik mulai sakit sejak usia lima bulan. Anaknya memang lahir prematur. Namun, tetap sehat seperti balita pada umumnya.

Tetapi, menginjak usia lima bulan, dia terkejut setelah melihat keadaan Azik mendadak lemas tak seperti biasa. ”Biasanya seperti anak-anak yang lain. Sehat, agak gemuk,’’ katanya ditemui di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Jumat (30/11).

Bersama sang suami, Saifuddin, 27, saat itu dia kemudian membawa Azik ke rumah sakit RSUD Prof. dr Soekandar Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Namun, mereka disarankan agar langsung merujuknya ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

Di rumah sakit pelat merah milik Pemprov Jatim itu, Azik dirawat intensif selama tiga bulan. Tak berselang lama, Yanti dan suami bisa bernafas lega.

Pasca rumah sakit menyatakan putra mereka sembuh dan diperbolehkan pulang. Namun, baru satu hari di rumah, penyakit Azik kambuh. Mereka lantas melarikan Azik ke RSUD dr Wahidin Sudiro, Kota Mojokerto.

Di sini, kesedihan Yanti dan suami kembali tak terbendung. Apalagi, ketika mendengar anaknya divonis menderita tiga penyakit sekaligus. Yakni, gagal napas, infeksi paru-paru dan  pneumonia.

”Kaget saja. Apalagi kan masih sangat kecil,’’ tutur Yanti dengan mata berkaca-kaca. Yanti mengaku untuk biaya perawatan putranya selama ini sudah di-cover BPJS.

Namun, untuk keperluan lain, seperti susu selama ini dibantu keluarga dan relawan.  ”Alhamdulillah masih diberikan kemudahan,’’ tambahnya. Hingga kini, lanjut Yanti, kondisi kesehatan buah hatinya belum mengalami perubahan.

Bahkan, tubuh Azik semakin kurus. Belum lagi harus bernafas menggunakan alat bantu medis. Namun, di atas kesedihannya tersebut, dia mengaku selalu optimis.

Dengan terus berharap anak pertamanya segera sembuh dari segala penyakit yang diderita. ”Mohon doanya saja. Agar secepatnya penyakitnya diangkat,’’ imbuhnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia