Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Bawaslu Kota Temukan Puluhan Pemilih Ganda

01 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (jpnn/radar mojokerto)

MOJOKERTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto menemukan puluhan data pemilih ganda dalam pemilu 2019 nanti.

Lembaga ini pun merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan verifikasi faktual atas temuan tersebut.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, mengatakan, data pemilih ganda tersebut ditemukan setelah melakukan penelitian Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP2). ’’Kami melakukan penelitian. Dan menemukan data itu,’’ katanya, kemarin.

Ulil merinci, sejumlah data ganda itu terlihat dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda antarkecamatan, ganda dalam kelurahan, NIK dan nama ganda antar kecamatan hingga NIK dan nama ganda dalam kelurahan. Total data ganda ini mencapai 32 pemilih.

Ditegaskan Ulil, selain banyaknya data pemilih ganda, bawaslu juga menemukan data yang invalid. Data pemilih ini mencapai  45 orang. Buramnya data itu terlihat dari data pemilih dengan NIK berkode luar daerah.

Mulai dari Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Jombang, hingga Surabaya. Rinciannya, NIK luar Kota Mojokerto 15 pemilih, NIK luar Provinsi Jawa Timur 1 pemilih, NKK invalid tidak 16 digit sebanyak 7 pemilih, NKK luar kota Mojokerto 20 pemilih.

’’Total untuk data invalid ini mencapai 45 pemilih,’’ tambah dia. Kasus DPT lainnya yang ditemukan bawaslu adalah banyaknya beda TPS dalam satu KK. Total temuan ini mencapai 1.550 pemilih.

Perbedaan KK ini seharusnya tak terjadi. Karena berpotensi menurunkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilu nanti. Ulil menjelaskan, temuan ini telah disorong ke KPU untuk segera memperbaiki data tersebut.

Paling lambat bisa diverifikasi sebelum 6 Desember. ’’Jangan sampai hingga batas akhir nanti, belum selesai. Karena soal DPT yang sedikit ini saja, sampai sekarang belum klir,’’ pungkasnya.

Temuan bawaslu ini cukup njomplang dengan data yang dikeluarkan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kota Mojokerto. Lembaga ini menemukan kesalahan dalam pemetaaan TPS tersebut mencapai 1.299 KK.

Sedangkan, DPT invalid mencapai 3.151  pemilih. Pencermatan ini diketahui dari data Nomor Induk Kependudukan (NIK). ’’Kami menemukan data pemilih dari Dawarblandong dan sebagainya.

Ini yang butuh pencermatan ulang oleh KPU,’’ jelas Ketua KIPP Kota Mojokerto Haris Saktiyanto. Terpisah, Komisioner KPU Kota Mojokerto Tri Widya, menegaskan, pihaknya sedang menganalisa data bawaslu tersebut.

Ia khawatir, data yang disorong bawaslu memiliki kesamaan dengan temuan KPU. ’’Kami telah melakukan self assessment. Itu sudah dilakukan internal kami,’’ katanya.

Self assessment tersebut telah diungkapkan saat rapat koordinasi yang digelar di sebuah rumah makan, di kawasan Jayanegara, Kabupaten Mojokerto. ’’Kami juga sudah menemukan data-data itu. Sekarang ini, kita proses penyempurnaan,’’ pungkas dia. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia