Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kuota Haji 2019 Kabupaten Mojokerto Ditetapkan 2.254 Kursi

30 November 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Jumlah calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Mojokerto di tahun keberangkatan 2019 dipastikan meningkat drastis dibanding tahun 2018.

Kemenag Kabupaten Mojokerto telah dijatah Kanwil Kemenag Jatim sebanyak 2.254 CJH sebagai kuota haji untuk musim haji tahun depan. Atau setara naik 30 persen dari musim haji tahun ini yang hanya 1.700 an CJH.

’’Kuotanya sudah dibagi sejak Oktober lalu. Sementara ini kita masih diminta mendata dan memverifikasi berkas CJH yang masuk dalam kuota itu,’’ terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.

Meski kuota bertambah, bukan berarti tidak ada peluang dalam pengurangan jumlah CJH yang masuk dalam daftar porsi keberangkatan menuju Tanah Suci.

Sebab, Kemenag kini terus berupaya untuk lebih mengefektifkan proses keberangkatan agar tidak terjadi kekisruhan di akhir-akhir jelang puncak musim haji. Salah satunya dengan pendataan CJH yang masuk dalam kuota.

Pendataan dimaksudkan untuk meminta kesanggupan CJH dalam menunaikan rukun Islam kelimanya. Sehingga bisa terdekteksi lebih dini jumlah CJH yang menyatakan menunda atau meninggal dunia.

Tidak hanya itu. Pendataan juga difungsikan untuk memverifikasi berkas CJH. Terutama berkas merah sebagai syarat untuk melunasi BPIH (Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji).

Nah, sesuai jadwal yang sudah ditentukan, hari ini menjadi hari terakhir penyerahan berkas merah untuk disetorkan ke Kemenag pusat. Sehingga dari berkas itu, nantinya bisa ditentukan estimasi jumlah CJH yang sanggup melaksanakan haji tahun depan.

’’Dari kuota itu, akan dipastikan kembali jumlahnya yang sanggup berangkat tahun depan. Yang tidak menyerahkan, sementara waktu mereka dianggap tidak sanggup berangkat dan melunasi BPIH. Tapi, nanti pasti ada formula lain bagi mereka yang belum bisa menyerahkan berkas. Namun sanggup melunasi BPIH,’’ tambahnya.

Nah, dari update berkas merah yang terkumpul, setidaknya hanya 1.500 CJH lebih yang sudah diserahkan. Sementara 700 lebih berkas merah CJH yang masuk dalam kuota belum masuk ke meja Kemenag.

Termasuk daftar CJH yang telah menyatakan menunda keberangkatan dan yang meninggal dunia.  Itu artinya, 700-an untuk sementara waktu dianggap tidak bisa berangkat menuju Tanah Suci tahun depan.

’’Ya, masih anggapan sementara. Pendataan dan pemberkasan ini hanya untuk mengetahui estimasi jumlah CJH yang sanggup menunaikan haji tahun depan. Sehingga Kemenag bisa mempersiapkan proses keberangkatan lebih baik lagi,’’ pungkas Mukti. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia