Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan 15 Paket Sabu, Sekdes Positif Amphetamine

30 November 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Barang bukti kasus narkoba yang diamankan di Mapolsek Ngoro.

Barang bukti kasus narkoba yang diamankan di Mapolsek Ngoro. (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Mojokerto kembali terungkap. Kali ini di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Polisi sita 15 paket sabu dengan total 5,5 gram, Rabu (28/11). Empat orang diperiksa. Dua orang ditetapkan tersangka pengedar, Sahidin, 37, warga Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, dan Fuad Hasyim, 31, warga Wonosari, Kecamatan Ngoro.

Sementara dua orang lainnya, Sekretaris Desa (Sekdes) Wotanmas Jedong, Jumadi, 46, dan Adi Prayitno, 50, yang juga warga Wotanmas Jedong, positif amphetamine setelah dilakukan tes urine.

Kapolsek Ngoro, AKP Gatot Wiyono, mengatakan, kasus peredaran narkoba itu terungkap kali pertama dari informasi masyarakat sekitar pukul 12.30. Bahwa tersangka Sahidin kerap mengedarkan sabu-sabu di wilayah Kecamatan Ngoro.

Mengetahui hal itu, Unit Reskrim Polsek Ngoro seketika melakukan upaya penangkapan. Petugas melakukan peyanggongan sekitar pukul 13.00.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat Akmal, menambahkan, saat itu tersangka Sahidin bersama Sekdes Desa Wotanmas Jedong, Jumadi, dan Adi Prayitno, sedang dalam perjalanan dari Desa Kunjorowesi menuju Jalan Raya Watesnegoro.

Bertiga dalam satu mobil Brio nopol N 1197 VQ. Saat akan melintas di pertigaan Wates menuju Kunjorowesi, petugas langsung menghentikan mobil dan dilakukan penggeledahan.

’’Namun, setelah penggeledahan selesai tidak ditemukan barang bukti (BB) di dalam kendaraan tersebut,’’ katanya. Penyelidikan polisi tak berhenti sampai di situ. Setelah tidak ditemukan BB, petugas menggiring untuk menunjukkan kurirnya bernama Fuad Hasyim.

Tersangka Fuad Hasyim ditangkap di gudang ayakan pasir yang berlokasi di Desa Wotanmas Jedong. ’’Saat penggeledahan ditemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,57 gram.

Itu disembunyikan di jok motor Honda Supra tanpa pelat nomor,’’ ungkap Selimat. Penggeledahan berlanjut di rumah tersangka Sahidin. Dalam penggeledahan di lemari, Sahidin kedapatan menyimpan sabu-sabu sebanyak 14 paket.

Akhirnya keduanya digelandang di Mapolsek Ngoro. ’’Mereka berdua resmi berstatus tersangka pengedar,’’ katanya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 15 paket sabu dengan berat total sekitar 5,5 gram.

Selain sabu, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa uang tunai sebesar Rp 750 ribu, satu buah bong, satu kartu ATM, dan dua handphone.

Sementara itu, Gatot menjelaskan, untuk dua orang penumpang mobil yakni Sekdes Jumadi dan Adi Prayitno tetap diperiksa oleh pihak kepolisian. Keduanya juga menjalani tes urine.

’’Setelah dites, semuanya positif amphetamine,’’ ungkap Gatot. Namun, Sekdes Jumadi dalam kondisi stroke. ’’Sampai saat ini belum bisa dimintai keterangan karena tensi dan gula darah tinggi berdasarkan resume medis dari RS Husada,’’ katanya.

Atas kejadian tersebut, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia