Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Caleg PKB Disabet Pisau Tetangga Sendiri

30 November 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pelaku penyabetan yang diduga mengalami ODGJ Mas'ud saat akan dibawa ke RSJ Lawang, Malang.

Pelaku penyabetan yang diduga mengalami ODGJ Mas'ud saat akan dibawa ke RSJ Lawang, Malang. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Warga Dusun/Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dihebohkan dengan pembacokan calon legislatif (caleg) nomor 2 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Pitung Hariyono, Kamis (29/11).

Kades nonaktif Sambiroto ini disabet pisau oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Mas’ud, 30, warga setempat. Pria yang memiliki tato di sekujur tubuhnya tak lain juga tetangga korban.

Pitung mengalami luka-luka di tangan sebelah kiri. Meski dalam kondisi mengalami luka, usai kejadian, Pitung lantas bergegas pulang dan memilih untuk beristirahat. Sedangkan pelaku diamankan petugas kesehatan, polisi dan TNI.

’’Bapaknya (Pitung, Red) baru saja tidur karena habis jatuh. Tangannya mengalami luka,’’ ungkap istri korban. Belum diketahui motif di balik pembacokan ini.

Namun, warga menyebut, belakangan Mas’ud memang diketahui mengalami gangguan jiwa sejak 10 tahun terakhir. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00.

Mulanya, petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota dan Kabupaten Mojokerto melakukan praktik penanganan ODGJ di Desa Sambiroto. Praktik ini sekaligus sebagai implementasi pelatihan yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, di Surabaya.

’’Awalnya, diajak bicara dan wawancara baik dengan pelaku. Kenalan juga baik,’’ kata Petugas Latihan Kesehatan Jiwa (PLKJ), Dinkes Kota Mojokerto Nur Aini.

Namun, di tengah perbincangan, tiba-tiba ada Kepala Dusun (Kadus) Sambiroto, Nanang, datang sekaligus menyapa Mas’ud. ’’Ayo keluar kamu. Mandi,’’ ujar Nur Aini menirukan perintah Nanang.

Spontan, nada tinggi itu membuat Mas’ud terkejut. ’’Matanya langsung melotot. Mangkel (marah, Red) karena tersinggung mungkin ya,’’ tambahnya.

Agar situasi tidak semakin rumit. Pertugas meminta Nanang meninggalkan tempat untuk sementara. Sambil mereda emosi Mas’ud. Petugas juga memintanya mandi dengan nada lebih halus. Mendengar nasihat petugas Mas’ud lantas keluar.

’’Awalnya, kami mengira dia keluar untuk mandi. Ternyata tiba-tiba dia mengamuk dan mengambil pisau di dapur,’’ terangnya. Kondisi itu membuat petugas ketakutan dan berhamburan keluar. Mereka lari mencari lokasi aman untuk menghindari amukan Mas’ud.

Aksi kejar-kejaran antara petugas dan Mas’ud sempat terjadi. Nahas, di saat yang sama, Pitung datang ke lokasi. Namun, dia tidak mengetahui jika Mas’ud yang juga tetangganya sendiri itu mengamuk.

Dengan santai Pitung berusaha mendekat dengan maksud menenangkan. ’’Tak tahunya, pelan-pelan dia malah ambil pisau dan disabetkan ke Pak Lurah (nonaktif),’’ tandasnya.

’’Pak Lurah mengelak, tapi siku tangan kirinya kena sabetan,’’ tambahnya. Dibantu petugas kepolisian dan TNI, Mas’ud yang lari membawa pisau tak lama berakhir diamankan.  

Menggunakan mobil ambulans, dia akhirnya dievakuasi petugas ke RSJ Lawang, Malang. ’’Pasien (Mas’ud) selama ini memang belum pernah kena obat,’’ tambah petugas PLKJ, Nancye. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia