Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojopedia
GJP Mojosuro yang Melegenda sejak 1955 (2-habis)

Gombloh Ciptakan Lagu Gaung Mojokerto-Suroboyo

29 November 2018, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Almarhum Gombloh.

Almarhum Gombloh. (Istimewa/Radar Mojokerto)

SEIRING banyaknya peserta, GJP Mojosuro menjadi event kelas nasional. Para peserta tidak hanya datang dari kota dan kabupaten di Jatim saja.

Beberapa juga datang dari Bandung, Bogor, hingga Jakarta. Bahkan, peserta dari luar Jawa pun turut menyemarakkan.

”Peserta luar daerah sudah mulai datang sehari sebelumnnya,” terang Yuhan. Saking berjubelnya, pada hari H gerak jalan, sejumlah lapak di pasar tutup karena dagangannya telah ludes terjual.

Terutama bahan makanan yang habis dibeli warga kota untuk menyambut tamu yang akan mampir. Yuhan menjelaskan, kebanyakan peserta datang ke garis start di Alun-Alun Mojokerto dengan menggunakan angkutan kereta api.

Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) selaku operator membebaskan tiket bagi para peserta yang ingin berangkat menumpang kereta api.

”Jadi, para peserta digratiskan menumpang kereta api,” imbuhnya. Bahkan, angkutan kereta gratis juga diberlakukan pada peserta luar Kota Surabaya ketika balik ke daerahnya usai acara.

Sementara sebagian peserta lainnya datang menggunakan truk. Ketua KPU Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, pada saat digelarnya acara, rute gerak jalan akan ditutup total.

Jalanan benar-benar bebas dengan kendaraan bermotor. Yang diperbolehkan lewat hanya pejalan kaki atau pesepeda angin saja.

Seiring membeludaknya peserta, pemberangkatan berlangsung cukup lama. Biasanya bendera start dikibarkan setelah berkumandang azan Ashar.

Proses tersebut bisa selesai pada pukul 21.00 WIB. Tak hanya peserta. Antusias penonton pun tak kalah meriahnya. Sebab, panitia juga mengundang sejumlah artis papan atas untuk mengikuti event akbar tersebut.

Yuhan mengatakan, para publik figur itu tak sekadar sebagai pemanis, tetapi mereka juga ikut berjalan bersama sebagai peserta perseorangan.

”Biasanya, para artis itu terus ikut berjalan hingga sampai pos I di Krian, Sidoarjo,” tandasnya. Selama perjalanan, para peserta tidak perlu khawatir merasa dahaga maupun kelaparan.

Sebab, di sepanjang jalanan warga menyediakan hidangan secara sukarela untuk memulihkan energi peserta. Mulai dari air minum, buah-buahan, hingga makanan ringan.

”Bahkan ada warga yang juga menyiapkan tempat bila peserta ingin istirahat. Begitu populernya kegiatan itu hingga menginspirasi penyanyi Gombloh menciptakan lagu khusus.

Lagu itu diberi judul Gaung Mojokerto-Suroboyo. Lagu yang dibawakan oleh kelompoknya Lemon Trees Anno pada 1969. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia