Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

PM Lucuti Warga Sipil yang Kenakan Atribut Militer

29 November 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Denpom V/II Mojokerto menjaring pengendara yang kendapatan mengenakan atribut TNI di Jalan Raya Majapahit, Kota Mojokerto.

Petugas Denpom V/II Mojokerto menjaring pengendara yang kendapatan mengenakan atribut TNI di Jalan Raya Majapahit, Kota Mojokerto.

MOJOKERTO - Menjamurnya anggota Polri sekaligus TNI gadungan belakangan ini diatensi Kodam V/Brawijaya.

Rabu (28/11) bersama Denpom V/2 Mojokerto, petugas melakukan razia gabungan di Jalan Raya Majapahit, Kota Mojokerto. Dengan sasaran warga sipil yang kedapatan mengenakan atribut TNI.

Sejumlah atribut pun dilucuti. Baik berupa stiker, jaket maupun celana yang sedang dikenakan. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejumlah personel Polisi Militer (PM) diterjunkan melakukan penertiban atribut.

Razia ini sekaligus untuk menegakkan kedisiplin oknum anggota TNI yang kedapatan berkeliaran di jam-jam dinas. Tidak hanya pengendara sipil. Pengendara yang berpakaian ala TNI maupun prajurit aktif pun ikut dihentikan.

Berikutnya dilakukan pemeriksaan keanggotaan.  Kepala Urusan SIM Kodam V/Brawijaya Kapten Puguh Agus Suwandono menjelaskan, razia kali ini tak lain untuk pemberantasan pemanfaatan atribut TNI yang disalahgunakan oleh masyarakat.

’’Nah, karena khawatir merugikan nama baik citra TNI, semuanya itu harus ditertibkan,’’ ungkapnya. Menurutnya, atribut TNI memang tidak boleh digunakan siapapun di luar anggota TNI.

Selain menjadi atensi Panglima TNI, hal itu juga sudah diatur dalam pasal 59 Ayat 1 (b) UU nomor 17 Tahun 2013 tentang Penggunaan Atribut militer.

Dalam aturan tersebut dijelaskan, kata Agus, warga sipil maupun ormas dilarang menggunakan pakaian atau seragam menyerupai pakaian dinas militer.

’’Termasuk ormas atau kelompok dilarang keras menggunakan seragam TNI atau menyerupai. Sesuai perintah pimpinan, itu harus ditertibkan,’’ tegasnya.

Agus menegaskan, selain menemukan sejumlah atribut stiker yang ditempelkan di nopol kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi, petugas juga mendapati atribut jaket dan celana pendek yang dikenakan warga sipil.

’’Ada juga penegakan pelanggaran tata tertib dan lalin bagi prajurit TNI yang keluyuran saat jam dinas,’’ pungkasnya. Sejumlah stiker yang ditempel di nopol kendaraan juga menjadi sasaran.

’’Iya ada satu pengendara mobil. Kita beri peringatan saja agar dilepas di rumah. Karena harus membongkar nopol. Kalau mau melepas,’’ ungkap seorang petugas.

Namun, petugas benar-benar memberikan peringatan keras terhadap pengendara ibu-ibu tersebut. Sebagai jaminan mereka turut mencatat nopol kendaraan. ’’Kalau nanti kena razia lagi, akan kami tindak. Apa pun alasannya,’’ tegasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia