Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Sisir Lokasi Nongkrong, Puluhan Motor Dikandangkan

27 November 2018, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas saat menjaring puluhan pengendara motor di Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto, Minggu malam (24/11).

Petugas saat menjaring puluhan pengendara motor di Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto, Minggu malam (24/11). (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sebanyak 24 unit sepeda motor terpaksa dikandangkan ke Mapolresta Mojokerto. Puluhan motor tersebut merupakan hasil operasi cipta kondisi (cipkon) di sepanjang Jalan Raya Hayam Wuruk, Kota Mojokerto.

Selain karena tidak sesuai spesifikasi, sebagian juga diduga bodong lantaran tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Operasi gabungan yang melibatkan dishub, unsur TNI, satpol PP dan Polri ini merupakan cipkon rutin.

’’Ini sekaligus untuk menutup gerak pelaku kejahatan jalanan,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono. Setidaknya ada sejumlah sasaran menjadi fokus operasi skala besar pada Sabtu malam (24/11) itu.

Selain untuk menekan aksi kejahatan, petugas juga menyisir lokasi-lokasi rawan. Seperti tempat yang biasa digunakan nongkrong di Jogging Track (JT). Di lokasi yang menjadi tempat favorit muda-mudi itu, petugas memeriksa satu per satu kelangkapan berkendara.

Seperti SIM, STNK, dan KTP. ’’Bagi mereka yang tidak membawa lansung kita amankan ke mako untuk dibina. Mereka juga kita minta membuat surat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi,’’ terangnya.

Kasatlantas Polresta AKP Kadek Oka Suparta menambahkan, dalam operasi ini petugas juga menjaring puluhan pengendara tidak tertib. ’’Ada 65 pengendara kami tilang,’’ ungkapnya.

Dengan rincian, 39 pengendara tidak memiliki SIM, dua tidak memakai helm, dan 24 unit kendaraan tidak sesuai spesifikasi. ’’Khusus 24 unit sepeda motor langsung kami kandangkan,’’ tambahnya.

Kata dia, puluhan kendaraan yang dikandangkan karena kondisinya protolan. Tidak ada spion hingga menggunakan ban kecil. Langkah itu sesuai dengan UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di salah satu pasal dijelaskan, setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

’’Di lain sisi ada dugaan bodong lantaran tidak bisa menunjukkan STNK saat razia berlangsung,’’ tandasnya. Kadek menegaskan, tindakan tegas ini untuk membuat para pengendara jera. Mereka akan berpikir ulang jika mau mengulangi hal yang sama di kemudian hari.

Sehingga untuk mengambilnya mereka harus mengikuti sidang. ’’Meraka harus bisa menunjukkan STNK atau BPKB. Sebelum dibawa pulang, suku cadang sepeda motor harus dikembalikan standar,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia