Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Tanggung Jawab Manajer dan Pelatih PS Mojokerto Putra

24 November 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para pemain PSMP saat memulai latihan rutin di Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Para pemain PSMP saat memulai latihan rutin di Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kegagalan PS Mojokerto Putra (PSMP) melaju ke babak semifinal Liga 2 musim 2018 menjadi evaluasi besar jajaran pengurus dan direksi tim.

Bagaimana tidak, berharap besar bisa Lolos ke Liga 1 musim depan, langkah The Lasmojo justru terhenti di babak 8 besar usai dikalahkan Aceh United di laga terakhir.

Hasil tersebut yang membuat perolehan poin PSMP mandek di angka 9. Selisih 1 poin dari Semen Padang dan Kalteng Putra yang sama-sama mengemas 10 poin.

Sehingga kedua tim layak melaju ke babak 4 besar sebagai perwakilan dari grup A.Tidak hanya gagal ke semifinal. Kekalahan PSMP di laga terkahir juga menyisakan cerita lain yang tak kalah heboh.

Yakni, tudingan adanya macth fixing. Di mana, kegagalan tendangan penalti menit ke-88 yang dilakukan Krisna Adi dianggap penuh kontroversi setelah diduga ada unsur kesengajaan.

Anggapan tersebut setelah banyak beredar luas tayangan video yang mencuplik detik-detik eksekusi penalti oleh pemain bernomor punggung 9 ini. Meski telah dijelaskan sang pelatih, Jamal Yustro, soal pilihan eksekutor penalti.

Namun hal tersebut tak menghentikan desakan publik dalam menguak tudingan yang sudah dialamatkan sejak babak 8 besar dimulai. Nah, dua situasi ini yang diakui pengurus sebagai hal yang patut dijelaskan secara menyeluruh oleh manajer dan tim pelatih.

Sebagai penanggungjawab tim, keduanya dituntut mampu menjelaskan secara gamblang apa yang terjadi terhadap tim sejak awal sampai akhir kompetisi. Termasuk soal misteri penalti demi membuka tudingan.

Evaluasi besar-besaran pun siap dilakukan pengurus demi untuk memperbaiki performa tim. Termasuk menyiapkan komposisi tim untuk kompetisi Liga 2 musim depan sesuai target yang telah ditentukan.

’’Ya semuanya akan kita tanyakan dan evaluasi. Termasuk kepastian target untuk musim berikutnya. Apakah manajemen masih bisa dipertahankan atau tidak. Semuanya tergantung dari jawaban manajer dan pelatih,’’ ungkap Firman Efendi, presiden klub PSMP, Jumat (23/11).

Namun sampai saat ini Firman belum menerima konfirmasi resmi dari manajemen soal waktu yang tepat untuk evaluasi. Sebab, seluruh aktivitas tim PSMP untuk sementara waktu masih diliburkan usai berjibaku di babak 8 besar.

Padahal, PSMP masih memiliki satu PR (pekerjaan rumah) lagi. Yakni, berjuang di Piala Indonesia pada 10 Desember mendatang.

’’Belum tahu kapan. Kemungkinan setelah pertandingan Piala Indonesia. Sekarang pemain diistirahatkan dulu sejenak setelah lelah bermain di 8 besar. Kita kasih kesempatan untuk tenang dulu,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia