Minggu, 21 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Formasi Lowong CPNS Kota Mojokerto Dipastikan Terisi

24 November 2018, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kekhawatiran banyaknya formasi CPNS Kota Mojokerto yang lowong akhirnya terjawab. Menyusul usulan perankingan yang diajukan Pemkot Mojokerto akhirnya dikabulkan.

Dengan demikian, ratusan kursi kosong dipastikan terisi seiring diterapkannya pemenuhan formasi melalui format pemeringkatan.

Kepala Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto menyatakan, pemeringkatan itu menyusul dikeluarkannya regulasi baru Permen PAN-RB 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi PNS Dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Dengan aturan tersebut, maka akan mengakomodir peserta yang sebelumnya gagal memenuhi passing grade untuk maju ke fase seleksi kompetensi bidang (SKB).

”Harapannya bisa memenuhi sesuai dengan formasi yang diberikan Menteri PAN-RB. Seperti Kota Mojokerto kan diberikan kuota 248. Mudah-mudahan bisa terpenuhi semua,” terangnya, Jumat (23/11).

Aturan itu berlaku apabila dalam satu formasi tersebut tidak ada peserta yang lolos nilai ambang batas. Sehingga akan dilakukan perankingan atau pemeringkatan tiga kali lipat dari jumlah yang dibutuhkan.

Yakni, dengan mengambil peserta yang memiliki nilai terbaik. Akan tetapi, jelas Agus, pihaknya masih belum mengetahui teknis pengambilan nilai terbaik tersebut.

Apakah didapat dari nilai komulatif tertinggi atau berdasaran nilai tiga jenis tes SKD yang mendekati passing grade. ”Itu yang sampai sekarang daerah belum tahu. Karena belum dibahas,” terangnya.

Meski demikian, hal itu tidak akan mengecilkan peluang peserta yang lolos passing grade. Karena peserta yang telah memenuhi ambang batas mendapatkan prioritas lebih besar.

Bahkan ada kemungkinan tes SKB akan dibedakan antara peserta yang lolos passing grade dengan peserta yang lolos berdasarkan perankingan.

”Misal formasi A ada satu dan yang lulus satu. Itu yang diprioritaskan. Tapi, daerah belum mengerti juga nanti seperti apa,” imbuhnya.

Menurut Endri Agus, dalam waktu dekat, seluruh BKD se-Jatim akan dikumpulkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membahas terkait tindaklanjut dari Permen PAN-RB 61/2018 itu.

Agenda tersebut hanya sebatas menyamakan persepsi tentang regulasi yang baru diteken 19 November lalu itu. Pasalnya, kewenangan untuk menentukan peserta yang maju ke tahap SKB ada di tangan panitia seleksi nasional (panselnas).

Diperkirakan pengumuman akan dilakukan paling lambat hingga akhir November ini. Namun dia mengaku belum mengetahui tentang mekanisme pengumuman peserta.

Oleh akrena itu, bagi peserta yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi nilai ambang batas untuk tetap menunggu hingga pengumuman resmi dikeluarkan. Kendati gagal passing grade, masih berpeluang lulus SKD.

”Nanti pengumumannya SKB bentuknya bagaimana kita juga belum tahu. Apakah diumumkan secara umum melalui website panselnas atau melalui akun,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahap seleksi SKD CPNS Kota Mojokerto pada 4-5 November lalu diikuti 2.657 peserta. Namun peserta yang mampu memenuhi nilai ambang batas sangat minim.

Yaitu, hanya 174 peserta saja. Jumlah tersebut masih jomplang jika dibandingkan kebutuhan formasi di Kota Mojokerto yang membuka 248 formasi. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia