Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Journey

Digdaya Putri Bumi Nusantara Jadi Perhatian

23 November 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penampilan Disparpora Kabupaten Mojokerto dalam gelaran Pergelaran Seni Budaya Daerah Pesona Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Penampilan Disparpora Kabupaten Mojokerto dalam gelaran Pergelaran Seni Budaya Daerah Pesona Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Disparpora for Radar Mojokerto)

PENAMPILAN rombongan Disparpora Kabupaten Mojokerto dalam gelaran Kegiatan Pergelaran Seni Budaya Daerah Pesona Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Sabtu (17/11), menyita perhatian banyak pihak.

Pada gelaran tersebut, mereka menampilkan paket acara khusus, yakni Citra Promosi Potensi Unggulan Daerah yang bertajuk Digdaya Putri Bumi Nusantara.

Mengisahkan sejarah emas Kerajaan Mojopahit, para penampil Digdaya Putri Bumi Nusantara mampu menunjukkan karakter khas para tokoh sentral Kerajaan Mojopahit. Mereka begitu menghayati masing-masing peran yang ditampilkan.

Mulai dari peran Raja Hayam Wuruk hingga Mahapatih Gajah Mada. Tak heran, para duta besar negara sahabat serta undangan yang hadir dalam pergelaran tersebut dibuat terpukau dengan rangkaian adegan yang ditampilkan.

Usai pergelaran, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, menjelaskan, penampilan Digdaya Putri Bumi Nusantara memang ditujukan untuk lebih mengenalkan Kabupaten Mojokerto. ’’Semua tahu, Mojopahit adalah budaya asli Kabupaten Mojokerto,’’ tegas Pungkasiadi.

Dan pihaknya semakin percaya diri menampilkan budaya asli ini sebagai identitas asli Kabupaten Mojokerto setelah pemerintah pusat telah menetapkan Trowulan sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional.

’’Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 260/M/Tahun 2013, Cagar Budayatersebut terdiri dari peninggalan Kerajaan Majapahit.

Yakni, situs-situs, Candi Bajang Ratu, Candi Wringinlawang, Candi Tikus, Candi Brahu, Candi Kedaton, Candi Gentong, Museum Trowulan, dan beberapa peninggalan berharga lainnya,’’ jelas Pungkasiadi.

Tak sebatas sebagai ajang promosi wisata, Pungkasiadi juga ingin menarik para investor untuk berusaha di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, banyak sektor di wilayah ini yang sangat menguntungkan untuk berinvestasi.

Baik dari sektor industri, pendidikan, kesehatan, maupun wisata. Apalagi agenda di TMII ini dihadiri para duta besar serta undangan lainnya. ’’Masih banyak sektor di Kabupaten Mojokerto yang butuh sentuhan para investor,’’ tandasnya.

Selain tampilan di atas panggung, rombongan Disparpora Kabupaten Mojokerto juga menyuguhkan sentuhan khas Mojopahit dalam menyambut para tamu yang hadir.

Di pintu masuk anjungan, mereka menampilkan kesenian khas Bantengan. Kesenian ini juga dikenal sebagai tarian khas pada era Mojopahit. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia