Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dirikan Tugu Peluru, Simbol Pencabut Nyawa

16 November 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dirikan Tugu Peluru, Simbol Pencabut Nyawa

MOJOKERTO - Suasana peringatan Hari Pahlawan yang pertama digelar di TMP Gajah Mada itu begitu khidmat.

Tidak hanya diikuti oleh pimpinan Karesidenan Surabaya maupun Kabupaten Mojokerto, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan kesatuan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) serta Barisan Kelasykaran di Mojokerto.

Yuhan menambahkan, di kompleks pemakaman para pejuang itu didirikan sebuah tugu peringatan. Tetengger itu dibangun dengan bentuk peluru dengan proyektil berwarna merah.

Menurutnya Yuhan, peluru merupakan simbol pencabut nyawa para pahlawan yang dimakamkan di Panggreman. ”Simbol yang dipilih bukan takiyari atau bambu runcing yang populer saat itu,” terangnya.

Selain itu juga bukan simbol lain yang identik dengan kemenangan. Pada awal dibangun, peluru dengan ujung berwarna merah darah itu sebagai simbol hilangnya nyawa pejuang kemerdekaan.

”Tugu itu merupakan tugu pertama yang dibuat untuk mengenang kepahlawanan,” jelas Ketua KPU Kabupaten Mojokerto ini.

Meski sebelumnya memang telah berdiri Tugu Proklamasi di Jakarta yang diresmikan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan tahun 1946.

Namun, sebut Yuhan, Tugu Kepahlawanan di Panggreman Mojokerto mencerminkan suasana kelam, rasa keharuan, dan duka cita. Karena di lokasi itu disemayamkan ribuan korban dari front pertahanan Surabaya Barat.

”Dan bahkan ada ribuan lainnya yang menyusul di front pertahanan Mojokerto,” tandasnya.
Tepat tujuh tahun setelahnya atau pada 10 November 1952, Bung Karno meresmikan Tugu Pahlawan Surabaya.

Berdirinya monumen setinggi lebih dari 41 meter itu juga sebagai simbol untuk mengenang peristiwa pertempuran 10 November di Kota Pahlawan. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia