Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Akibat Temuan Situs, Anggaran Proyek DLH Terancam Muspro

13 November 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga melihat temuan situs di dalam area proyek pelebaran TPA di Desa Belahan Tengah, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto.

Warga melihat temuan situs di dalam area proyek pelebaran TPA di Desa Belahan Tengah, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto. (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Keberadaan benda cagar budaya di area pengembangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Belahan Tengah menjadi perhatian dewan.

Mereka khawatir ploting anggaran bagi perluasan TPA bakalan muspro lantaran keberadaan temuan tersebut. Demikian diungkapkan Ina Mujiastutik, sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto.

Ia mengatakan, sudah memeriksa kebenaran kabar temuan situs bersejarah di area perluasan TPA Belahan Tengah. Praktis, kondisi itu bisa berbenturan kepentingan. ’’Kami meminta instansi terkait selalu koordinasi dengan dinas purbakala,’’ ungkapnya.

Dikatakannya, keberadaan benda cagar budaya di lingkungan proyek tersebut terbilang bisa menunda pembangunan perluasan TPA. Lantaran, benda cagar budaya ditangani instansi khusus seperti BPCB di Trowulan.

Di mana, bisa dijadikan bahan penelitian maupun potensi situs tersendiri. ’’DLH pun membenarkan adanya temuan itu. Artinya, perlu koordinasi apabila pembangunan diteruskan,’’ terang dia.

Meski begitu, pihaknya khawatir jika area perluasan pembangunan TPA itu nantinya dijadikan kawasan dilindungi. Karena, keberadaan situs bersejarah yang dikandung di dalam benda cagar budaya yang wajib dilestarikan. Untuk itu, pembangunan perluasan TPA bisa ditinjau ulang.

’’Kalau saran kami. Sembari menunggu hasil kajian dari pihak purbakala, pembangunan untuk sementara ditunda,’’ tutur politisi PKS ini.

Diketahui, di area perluasan TPA tersebut ditemukan struktur batu bata kuno. Kuat dugaan, struktur tersebut lekat pada era zaman Kerajaan Majapahit. Selain itu, banyak temuan benda cagar budaya.

Seperti berbentuk lesung batu, sarkofagus, guci, hingga tetulangan manusia. Sampai sekarang, BPCB Trowulan masih kaji lokasi itu.

Sementara, area itu masuk perluasan TPA Belahan Tengah yang dikelola DLH Kabupaten Mojokerto. Sedangkan, pemkab berencana memperluas area TPA menjadi 6 hektare.

Rinciannya, pembangunan TPA seluas 1,5 hektare dan perluasan kedua tahun 2017 lalu, seluas 2,5 hektare. Kemudian ditambah program perluasan 2 hektare. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 7,2 miliar.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia