Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Wow, Angkat Niat CPNS, K-2 Ditawari Harga Rp 50 Juta

Jumat, 09 Nov 2018 23:30 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Sebanyak 17 honorer kategori dua (K-2) di Kabupaten Mojokerto yang mendaftar rekrutmen CPNS, tengah resah.

Pasalnya, usai rentetan tes berlangsung, mereka diminta seseorang untuk membayar sejumlah uang. Nominalnya pun bervariasi. Dari angka Rp 10 juta hingg Rp 50 juta.

Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, besaran dana yang harus dikeluarkan itu mendasar pada nilai tes yang telah dilakukan di Kediri, selama dua hari, sejak 30 November lalu.

Besaran dana yang harus dibayar pun cukup beragam. Untuk honorer K-2 dengan nilai tes yang bagus dan berpeluang lolos, diminta mengeluarkan dana sebesar Rp 10 juta.

Sedangkan, untuk peserta nilai tes mendekati passing grade, besaran dana yang dikeluarkan senilai Rp 30 juta. Sementara, honorer K-2 dengan nilai paling jeblok dan berpeluang kecil lolos, ditarik Rp 50 juta.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto Susantoso, membantah kabar yang berkembang di kalangan honorer K-2 tersebut.

Karena, pemda tak memiliki kapasitas dalam meloloskan atau mencoret peserta ujian. ’’Kami hanya sebatas melakukan seleksi administrasi saja,’’ ujarnya. Sederet tes yang digelar di Kediri dengan menggunakan computer assisted test (CAT), tegas Susantoso, menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat.

’’Nah, kalau kita berusaha mengatrol nilai, itu sangat tidak mungkin. Karena, hasil tes bisa diketahui langsung oleh peserta usai ujian,’’ tambahnya. Susantoso menerangkan, peserta tes CPNS kali ini memang cukup berat.

Karena, proses rekrutmen CPNS kali ini, pemerintah memasang passing grade untuk setiap materi. Untuk kategori umum, passing grade Tes Intelegensia Umum (TIU) sebesar 80, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai minimal 75, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) sebesar 143.

Sementara, untuk honorer K-2, pemerintah pusat sedikit memberikan kelonggaran. Dari tiga materi yang diujikan, hanya TIU yang dipasang passing grade sebesar 60.

Sedangkan, dua materi lain tak dibatasi. Namun, untuk lolos, pemerintah memasnag passing grade total mencapai 260. Dengan hasil ujian di bawah passing grade yang ditetapkan, ungkap Susantoso, pemda tak bisa berbuat apa pun.

’’Itu sudah menjadi rumus nasional. Dan daerah hanya mendapat hasil dari tes itu saja,’’ papar dia. Dengan rumusan itu, jelas Susantoso, maka tak ada peluang manipulasi nilai yang berdampak terhadap lolosnya peserta CPNS.

’’Kalau memang ada kabar soal permintaan uang itu, saya pastikan tidak ada. Karena kami tidak punya kewenangan apapun. Dan,  pengumuman soal lolos atau tidaknya peserta tes, sampai sekarang juga belum keluar,’’ pungkas Susantoso.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia