Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Razia Gabungan, Petugas Preteli Atribut TNI Pengendara

Kamis, 08 Nov 2018 16:03 | editor : Mochamad Chariris

Petugas Denpom Mojokerto saat memeriksa pengendara yang membawa atribut TNI di Jembatan Timbang Trowulan, Mojokerto.

Petugas Denpom Mojokerto saat memeriksa pengendara yang membawa atribut TNI di Jembatan Timbang Trowulan, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Petugas gabungan terdiri dari Satlantas Polres Mojokerto, Denpom, dan Dishub menggelar operasi di Jembatan Timbang, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/11).

Selain puluhan pengendara melanggar lalu lintas, petugas juga menjaring pengendara yang kedapatan memakai atribut TNI. ’’Siapa pun (masyarakat umum) memang dilarang memakai atribut TNI,’’ kata petugas Denpom, Khoirul A.

Larangan itu, sesuai pasal 59 ayat (1) b UU nomor 17 Tahun 2013 tentang Penggunaan Atribut Militer. Dalam aturan itu, kata Khoirul, disebutkan, warga sipil maupun ormas dilarang menggunakan pakaian atau seragam menyerupai pakaian dinas militer.

Dia menegaskan, dalam razia ini petugas mempreteli dua jaket dan satu tas beratribut militer dari pengendara sipil. Penyitaan itu setelah petugas mendapati pengendara yang terjaring razia dengan sengaja memakai dan membawa atribut TNI.

’’Karena takut disalahgunaka. Setelah kami cek dia juga bukan anggota TNI,’’ tambahnya. Sementara itu, dalam waktu tak kurang dari 30 menit, razia gabungan ini sudah menjaring 40 pengendara. Mereka kebanyakan tidak membawa kelengkapan berkendara.

Seperti SIM (surat izin mengemudi) dan STNK (surat tanda nomor kendaraan). ’’Ada yang membawa SIM dan STNK, tapi motor protolan. Pajaknya juga mati,’’ tambah Kanit Dikyasa, Ipda Djoejono Wihandoko.

Operasi bersandi Zebra Semeru ini akan digelar hingga 12 November. Di antara sasaran razia adalah di sepanjang Jalan Raya Bypass Mojoketo, jalur provinsi dan jalan daerah penghubung antarkecamatan.

’’Operasi ini juga untuk menekan fatalitas jumlah korban kecelakaan,’’ tandasnya. Selain menyasar pengendara tidak memiliki SIM, pelanggaran kasat mata turut menjadi prioritas.

Seperti mengunakan handphone saat berkendara, melawan arus, berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm, dan ugal-ugalan di jalan. Petugas juga membidik kendaraan barang dan angkutan orang yang tidak sesuai spesifikasi.

Seperti truk. ’’Ada 42 kendaraan yang melanggar,’’ tambah Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim, Yoyok Kristyowahono.

Dengan rincian, 36 unit over dimensi dan loading muatan. Sedangkan 6 lainnya diketahui uji kir mati dan tidak laik jalan. ’’Mereka juga langsung kita sidang di tempat,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia