Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pohon Masih Jadi Sasaran Caleg Pasang APK

Rabu, 07 Nov 2018 21:00 | editor : Mochamad Chariris

Bawaslu dan satpol PP melakukan penertiban APK di kawasan Magersari. Langkah ini akan dilanjutkan ke Kecamatan Kranggan dan Prajurit Kulon.

Bawaslu dan satpol PP melakukan penertiban APK di kawasan Magersari. Langkah ini akan dilanjutkan ke Kecamatan Kranggan dan Prajurit Kulon. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pepohonan dan tiang listrik masih menjadi idola para caleg di Kota Mojokerto dalam memasang alat peraga kampanye (APK).

Hal ini pun membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota berang. Belasan APK langsung dicopot. Pelepasan APK bersama Satpol PP Kota Mojokerto tersebut menyasar kawasan Magersari. Di antaranya, di Jalan Raung, dan sepanjang Jalan Merapi.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrulloh, mengatakan, pemasangan APK masih banyak yang tak sesuai aturan. Yakni di gapura, menempel di tiang listrik, hingga dipaku di pepohonan.

’’Padahal itu dilarang. Tidak boleh memasang apa pun di titik-titik itu,’’ ungkapnya. Terjunnya satpol PP dalam melakukan penertiban APK tersebut, dikatakan Hatta, akan terus dilakukan bersama bawaslu. ’’Di mana pun, kalau ada yang melangar, akan kami lepas,’’ pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulul Abshor, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap para caleg yang melanggar tersebut. Hampir seluruh pemilik APK sebanyak 19 lokasi itu, mengaku, tak memahami aturan dalam proses pemasangan.

Namun, bawaslu tetap memberikan tenggat waktu untuk melakukan pencopotan secara mandiri. ’’Hingga batas waktu yang kami berikan, ternyata tidak dilepas,’’ paparnya. Bawaslu akhirnya menggandeng satpol PP untuk melepas APK yang dinilai melanggar tersebut. 

Selain adanya lokasi pemasangan yang salah, ungkap Ulil, bawaslu juga menemukan sejumlah APK dengan konten provokatif. ’’Semisal, ada konten ’’Anda memasuki kawasan Caleg A’’,’’ katanya. Konten yang provokatif ini tak sesuai dengan PKPU 23 Tahun 2018.

Ulil menegaskan, saat ini bawaslu masih terfokus di kawasan Magersari. Karena, dua kecamatan lain, yakni Kranggan dan Prajurit Kulon, masih dalam proses peringatan.

’’Sudah kami berikan peringatan untuk segera melepasnya. Kalau sampai batas waktu tidak dilepas, maka kami akan melakukan pembersihan,’’ pungkas Ulil. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia