Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Komplotan Bermobil Avanza Jarah Baterai PJU

Selasa, 06 Nov 2018 20:00 | editor : Mochamad Chariris

Sepanjang Jalan Raya Bypass Mojokerto yang menjadi jalur trans Nasional sampai saat ini masih minim PJU.

Sepanjang Jalan Raya Bypass Mojokerto yang menjadi jalur trans Nasional sampai saat ini masih minim PJU. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau solar cell yang dipasang di sejumlah jalan di wilayah Mojokerto masih jauh dari harapan.

Sebab, fasilitas jalan itu tidak berfungsi maksimal lantaran banyaknya PJU yang mengalami kerusakan. Bahkan, paket penerangan yang dipasang tak berfungsi akibat baterai penyimpan daya hilang dicuri.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional UPT LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jatim Yoyok Kristyowahono menuturkan, masalah PJU ini memang menjadi masalah baru.

Sebab, meski sudah berulangkali dilakukan pemasangan, namun fakta di lapangan kendalanya cukup beragam. ’’Terbaru, banyak aki atau baterai (PJU) hilang dicuri,’’ ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, hasil penelusuran di lapangan, dari 29 titik PJU di sepanjang Jalan Raya Bypass Mojokerto, setidaknya ada sembilan lampu tak berfungsi atau padam.

’’Masalahnya sama. Saat kita kroscek ternyata akinya hilang,’’ tuturnya. Tak hanya di jalur antarkota antarprovinsi. Sejumlah ruas jalan di utara Sungai Brantas juga banyak yang hilang.

Jalur alternatif dari Surabaya menuju Jombang, tepatnya di Jalan Raya Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terpantau banyak PJU yang padam akibat aki atau baterainya dicuri.

’’Di jalur itu (Mojokerto - Jombang) ada sekitar lima PJU yang padam. Sekarang masih proses penggantian aki baru,’’ bebernya. Kata dia, penjarahan aki tersebut tidak hanya terjadi di jalur berstatus Nasional dan provinsi saja.

Melainkan juga merambah ke wilayah Kota Mojokerto. Dari laporan yang diterima UPT LLAJ, pencurian diduga dilakukan komplotan spesialis pencuri aki lampu PJU sempat terekam CCTV (closed circuit television).

Hanya saja, sejauh ini petugas masih kesulitan mendeteksi. Selain karena modus operasinya dilakukan dini hari di atas pukul 00.00, nopol kendaraan yang dipakai pelaku tidak jelas.

’’Pokoknya, pakai Toyota Avanza hitam. Pelakunya diduga lebih dari satu orang,’’ tuturnya. Melihat dari aksinya, pelaku diduga cukup profesional. Untuk mengungkap, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian.

’’Terlebih dulu akan kami data. Karena saya dapat laporan, sejumlah jalur di Pacet juga banyak yang hilang,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia