Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Nilai Ujian SKD Peserta CPNS Kota Jeblok

Selasa, 06 Nov 2018 18:30 | editor : Mochamad Chariris

Peserta rekrutmen CPNS Kota Mojokerto persiapan mengikuti tes yang digelar di Basement Monument Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jatim.

Peserta rekrutmen CPNS Kota Mojokerto persiapan mengikuti tes yang digelar di Basement Monument Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jatim. (Dohan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Rangkaian seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto telah berakhir Senin (5/11). Tingkat kelulusan dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) diperkirakan cukup rendah.

Hal itu menyusul banyaknya peserta yang tidak mampu melewati nilai passing grade. Dalam pelaksanaan tes yang berlangsung sejak Minggu (4/11) di Basement Monument Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri itu, total ada 2.750 peserta.

Tes dengan sistem computer assisted test (CAT) selama dua hari itu masing-masing dibagi menjadi empat sesi pelaksanaan. Dengan jumlah setiap sesi diikuti 340 peserta. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan ada kecenderungan peserta yang tidak lolos passing grade cukup banyak.

Sebab, dari seluruh peserta per sesi, yang mampu melewati nilai ambang batas rata-rata kurang dari 10 persen saja.  ”Satu sesi ujian, ada yang cuma dua peserta yang melewati passing grade,” ungkap salah satu orang tua peserta CPNS Kota Mojokerto, kemarin.

Hasil tersebut dapat langsung diketahui. Karena panitia menyediakan layar proyektor selama proses tes berlangsung. Dalam layar tersebut terpampang perolehan nilai dari seluruh peserta.

Sebagaimana diketahui, para peserta dihadapkan dengan tiga jenis soal dengan nilai ambang batas berbeda. Untuk formasi umum, BKN memberikan passing grade materi tes karakteristik pribadi (TKP) 143 poin, tes intelegensi umum (TIU) 80 poin, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 poin.

”Hanya TWK (tes wawasan kebangsaan) yang tidak lolos, karena dapat 70. Kurang hanya lima poin saja,” papar warga asal Kecamatan Prajurit Kulon ini.

Dengan demikian, dirinya pesmistis anak keduanya lolos ke tahap berikutnya.  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto mengaku belum mengantongi hasil keseluruhan tes SKD.

BKD sedang melakukan proses rekapitulasi untuk mengetahui berapa peserta yang dipastikan tidak lolos passing grade. ”Hari ini (kemarin, Red) kan berjalan. Hasilnya nanti bisa diketahui setelah kita koordinasikan dengan BKN,” paparnya.

Paling lambat hasil tes SKD tersebut baru akan diketahui hari ini. Dia mengatakan, secara umum, pelaksanaan tes SKD yang berlangsung dua hari relatif berjalan lancar. Tidak ada kendala teknis seperti yang terjadi pada hari pertama CAT.

Endri Agus menambahkan, BKD sebagai panitia seleksi daerah tidak memiliki kewenangan menentukan kelulusan peserta. Keputusan sepenuhnya ada pada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) BKN.

”Dari 2.750 peserta, besok (hari ini, Red) akan diketahui berapa yang tidak memenuhi dan yang memenuhi passing grade,” tandasnya.

Di samping itu, pihaknya akan mendata peserta yang tidak hadir tes sesai jadwal yang ditentukan. Mereka akan secara otomatis tercoret pada seleksi tahap kedua ini. Mengingat tidak ada jadwal tes susulan.

Sementara peserta yang dinyatakan lolos akan berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Yakni, seleksi kompetensi bidang (SKB). Sebagaimana diketahui 2.750 peserta SKD akan bersaing ketat memperebutkan 248 formasi CPNS di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Masing-masing terdiri dari 114 guru, 125 tenaga kesehatan, 8 tenaga teknis, serta 1 tenaga guru eks honorer K2. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia