Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Zona Muda

Lost In Prestigious City Sabet Dua Nominasi Short Film Terbaik

Senin, 05 Nov 2018 15:52 | editor : Mochamad Chariris

Tim produksi film Lost in Prestigious City dari SMA TNH Kota Mojokerto memerima penghargaan di Gedung CGV Sinema Sunrise Mall Mojokerto.

Tim produksi film Lost in Prestigious City dari SMA TNH Kota Mojokerto memerima penghargaan di Gedung CGV Sinema Sunrise Mall Mojokerto. (Abe Aryad/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Sebanyak 12 film pendek (short film) garapan siswa SMA dan SMK se-Kota Mojokerto diputar di CGV Sinema Sunrise Mall, Sabtu (3/11) malam.

Semua film tersebut terdaftar dalam Short Movie Festival 2018 yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojokerto.

Dari 12 film tersebut, Lost In Prestigious City, film garapan siswa-siswi SMA TNH Kota Mojokerto berhasil menyabet 2 nominasi. Sebagai film terbaik sekaligus sutradara terbaik dari 12 peserta tingkat SMA/SMK.

Untuk nominasi cerita terbaik dan film terbaik kedua diraih SMAN 3 Kota  Mojokerto dengan karya berjudul "Pulang". Semua film tersebut berdurasi kurang lebih 5 menit.

Menyusul nominasi film terbaik ketiga adalah film berjudul "Mojokerto Kotaku" juga garapan SMAN 3 Kota Mojokerto. Dewan juri menilai karya-karya tersebut secara keseluruhan sangat mengejutkan dan luar biasa.

Namun, ada beberapa yang masih harus dievaluasi selama memproduksi short film. Khususnya dalam ranah teknis. Seperti teknik dalam pengambilan gambar, teknik menghubungkan video sampai ke hal penyutradaraan. Serta kesesuain tema dan konten atau korelasi dan relevansi dan sisi teknis pengambilan gambar.

Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto Novi Rahardjo mengungkapkan, festival film pendek ini dalam rangka merespons talenta yang ada di Kota Mojokerto. "Untuk pertama kali ini kita memang menyasar pelajar SMA dan SMK sederajat. Ke depan, Insya Allah kita akan mencoba untuk umum," katanya.

Ketika kita sudah muncul potensi, pihaknya akan berupaya mengembangkan dan menaikkan kompetensi yang sudah ada. "Mungkin nanti bisa kita adakan workshop atau langkah pengembangan pengetahuan lainnya,"  katanya.

Novi berharap meski film yang pertama ini hanya berdurasi 5 menit, dari gambar bergerak garapan mereka bisa mewakili ribuan atau jutaan kata yang bisa meningkatkan ketertarikan masyarakat luar untuk mengunjungi Kota Mojokerto.

"Lewat gambar bergerak yang menampilkan potensi-potensi Mojokerto bisa menarik para pengunjung," harapnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia