Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Temukan Lumpang, Terakota, Uang Koin hingga Tombak Kuno

Sabtu, 03 Nov 2018 03:00 | editor : Mochamad Chariris

Warga menunjukkan benda cagar budaya yang ditemukan di lokasi proyek pembangunan TPA di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Warga menunjukkan benda cagar budaya yang ditemukan di lokasi proyek pembangunan TPA di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Mojokerto. (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Upaya pencarian benda bersejarah di area situs baru di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, terus dilakukan.

Dalam satu minggu terakhir ini, setidaknya sudah ada 13 temuan benda cagar budaya (BCB) baru. Dari temuan-temuan tersebut, 6 di antaranya ditemukan di depan pondasi punden.

Meliputi, satu batu pesegi panjang berukuran 95 x 30 meter, empat lumpang besar, dan satu andesit atau batu yang dipakai sebagai bahan bangunan zaman kerajaan.

Sedangkan 7 lainnya ditemukan dalam lahan proyek pembangunan pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA), tanah perluasan tempat pembuangan akhir (TPA) milik DLH Kabupaten Mojokerto.

Di antaranya berbentuk umpak kotak, tiga lumpang kecil, serta tiga lumpang alu. Kepala Dusun Sambeng Muslikh mengungkapkan, warga dibantu relawan memang terus berupaya mengangkat situs-situs baru yang masih terkubur.

”Kita mengupayakan agar situs ini menjadi situs yang dilindungi, dan menjadi cagar budaya di Mojosari,” katanya. Luas wilayah situs tersebut diperkirakan mencapai 1 hektare.

Namun, pihak desa mendapat kendala karena wilayah situs berada di dalam lahan perluasan TPA milik DLH Kabupaten Mojokerto. Selain itu, beberapa bagian situs juga masuk dalam lahan milik warga.

”Kita butuh pembebasan lahan supaya situs ini bisa aman dan terus dilestarikan. Sayangnya, kita terbentur dana,” paparnya. Sementara itu, Muhammad Erwin Rizaldi, pelestari sejarah mengungkapkan, situs baru ini sudah diusulkan ke tingkat Nasional.

”Sudah diusulkan saat Kongres Nasional komunitas sejarah di Kediri beberapa hari lalu,” katanya. Dia berharap, situs yang baru ditemukan tersebut bisa mengetuk hati pelestari sejarah untuk ikut berperan menjaga dan merawat.

Dari upaya pencarian selama ini, setidaknya sudah ada 9 titik situs yang terbuka. Telah banyak benda temuan yang sudah diketemukan warga.

Seperti batu bata kuno, benda-benda antik semacam arca, batu arteis, tapal batas, batu andesit, kendi, hingga uang koin kuno.

Selain itu, terdapat batuan andesit, umpak, dorpel, lumpang alu, pecahan terakota, pecahan gerabah, tombak, kemuncak, pripih, sampai benda yang diduga sarkofagus.

”Dari semuanya itu, akan sangat disayangkan jika situs ini tidak terus dilindungi dan dijaga semua pihak,” pungkasnya. (sad)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia