Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Masuk Kawasan Kota, Truk Pengangkut Galian C Ditilang

Jumat, 02 Nov 2018 03:00 | editor : Mochamad Chariris

Petugas menindak truk pengangkut galian C di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto.

Petugas menindak truk pengangkut galian C di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Penindakan pelanggaran di wilayah Kota Mojokerto belakangan terus digalakkan. Kamis (1/11), ratusan pengendara kembali ditindak Satlantas Polresta Mojokerto. Selain ditilang, empat di antaranya terpaksa dikandangkan lantaran tidak sesuai spesifikasi atau protolan.

Kanit Turjawali Satlantas Polreta Mojokerto, Ipda Safiq Jundhira, menuturkan, giat operasi gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Mojokerto dan Dispenda kali ini, petugas berhasil menjaring 142 pengendara yang kedapatan melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

’’Ada yang tidak memiliki SIM. Ada juga karena memang sengaja tidak memakai helm,’’ tandasnya. Kata dia, dari ratusan yang ditilang, empat sepeda motor terpaksa dikandangkan di Mapolresta Mojokerto.

Pengedanra tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan  kendaraan. Di sisi lain, untuk kendaraan yang dijadikan barang bukti ini, diketahui karena protolan, knalpotnya kecil, dan tidak membawa STNK.

’’Ada juga yang membawa STNK dan SIM, tapi sepeda motornya pajaknya sudah mati,’’ tambahnya. Safiq menegaskan, selain razia ini dilakukan bertepatan Operasi Zebra Semeru yang berlaku serentak se-Indonesia.

Juga menjawab keresahan masyarakat Kota Mojokerto terkait truk galian C dan truk barang yang marak melintas di jalan protokol. Selain karena dianggap salah satu pemicu kemacetan di jalur padat, truk ini juga sudah melanggar rambu-rambu larangan melintas di jalan-jalan protokol.

Seperti halnya, di jalur utama Jalan Raya Majapahit, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Pahlawan. ’’Jadi, kami temukan lima truk galian C dan truk beroda enam yang masih membandel. Semuanya langsung kami tilang,’’ terangnya.

Sebaliknya, untuk membuat jera, jika di lain waktu masih ada truk membandel yang mengabaikan rambu larangan melintas pukul 06.00-18.00, dipastikan petugas akan bertindak lebih tegas. Dengan mengandangkan armada ke mapolresta.

’’Sesuai perintah pimpinan, kami tidak akan toleransi. Semuanya harus ditindak dan ditilang jika melanggar,’’ tandasnya. Perlu diketahui, meski sudah jelas ada larangan melintas di siang hari, setiap hari truk roda enam atau lebih masih banyak yang melanggar.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, tak sedikit truk yang membandel dan mengabaikan rambu-rambu larangan melintas di jalan-jalan protokol. Setidaknya nampak di jalur utama Jalan Raya Majapahit, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Pahlawan.

Bahkan, sebelumnya satu di antara truk bermutan sirtu atau galian C, sempat mengganggu arus lalu lintas. Setelah muatannya tumpah dan tercecer di tengah Jalan Gajah Mada.

Tepatnya di depan Rumah Dinas Kapolresta Mojokerto. ’’Hampir beberapa jam jalanan ini sempat terganggu,’’ ungkap Basarudin, salah satu warga kemarin.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia