Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Banyak Peserta CPNS Down, Sejumlah Formasi Terancam Lowong

Kamis, 01 Nov 2018 21:46 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Seleksi kompetensi dasar (SKD) sebagai tahapan lanjutan dalam proses rekrutmen CPNS Pemkab Mojokerto 2019 telah berakhir.

Selasa (30/10) sebanyak 3.480 pelamar yang dinyatakan lolos administriasi telah menyelesaikan ujian tulis pertamanya di Basement Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri.

Berlangsung sejak Selasa (30/10), proses SKD cukup membawa ketegangan tersendiri bagi pelamar. Bagaimana tidak, materi ujian yang disediakan dinilai cukup sulit dan menjebak.

Sehingga mental pelamar banyak yang mengalami down saat mengerjakan soal. Bahkan, banyak di antara peserta yang pesimistis lolos setelah mengetahui nilai tes mereka dari dari sistem CAT (computer assisted test). Dalam SKD yang berlangsung selama dua hari itu, ribuan pelamar diberikan tiga jenis soal ujian dengan nilai ambang batas berbeda-beda.

Untuk formasi umum yang tersedia 152 posisi, BKN memberikan passing grade materi tes karakteristik pribadi (TKP) 143 poin, tes intelegensi umum (TIU) 80 poin, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 poin. Sementara formasi cumlaude, disabilitas dan honorer K-2, hanya materi TIU yang diberi batas minimal berbeda satu sama lain. Masing-masing 85, 70 dan 60 poin.

Sedangkan untuk TKP dan TWK, semua formasi memiliki ambang batas yang sama. Namun, keluhan peserta rupanya tidak terjadi pada passing grade yang dipasang. Melainkan materi soal yang dinilai membingungkan terlalu bertele-tele.

Sehingga banyak peserta yang mengaku tidak bisa menyelesaikan semua soal. Dari tiga jenis, materi TKP menjadi soal yang paling sulit dijawab. ’’Tidak semua soal bisa dijawab. Banyak waktu yang tersita hanya untuk membaca soal yang panjang.

Belum lagi jawaban yang disediakan hampir mirip. Jadi agak membingungkan. Kalau teman-teman banyak yang mengeluh di materi TKP yang tidak sampai melewati ambang batas,’’ ungkap Anne Okta Lidia, salah satu peserta.

Sesuai mekanisme, pelamar yang nilainya tidak sampai menembus passing grade dipastikan gagal melanjutkan proses rekrutmen ke tahapan selanjutnya yang tinggal dua langkah lagi. Yakni, tes SKB (seleksi kompetensi bidang) dan penggabungan SKD maupun SKB.

Hingga kemudian BKN mengumumkan hasil tes tersebut sebagai hasil akhir peserta yang dinyatakan lolos sebagai PNS. Kendati demikian, semua keputusan lolos atau tidaknya peserta ada di tangan BKN sebagai tim seleksi utama.

’’Keputusan lolos atau tidaknya peserta, berdasarkan hasil rekapitulasi nilai yang ditentukan BKN pusat. Semua keputusan ada di tangan BKN,’’ pungkas Alfiyah Ernawati, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia