Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Bisa Dekati Perempuan Dewasa, 11 Anak Jadi Korban

Selasa, 30 Oct 2018 20:30 | editor : Mochamad Chariris

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menginterogasi tersangka Muh. Aris.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menginterogasi tersangka Muh. Aris. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Petualangan predator anak, Muh. Aris, 20, belakangan ini meresahkan masyarakat akhirnya berakhir di sel tahanan.

Warga asal Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, itu ditangkap Satreskrim Polresta Mojokerto setelah diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Bahkan, polisi menyebut jumlah korbannya mencapai 11 anak.

’’Setelah dilakukan pendalaman, tersangka sudah melakukan 11 kali terhadap korban berbeda,’’ ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono saat menggelar pers rilis ungkap kasus di mapolresta.

Petualangan tersangka ini diduga sudah berlangsung selama empat tahun terkahir. Pemuda lajang bekerja sebagai buruh bengkel las tersebut diringkus setelah polisi mendapati laporan dari warga.

Setelah sebelumnya dia diduga melakukan perbuatan tak wajar terhadap seorang bocah di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon pada Kamis (25/10).

’’Mulut korban dibekap. Kemudian dibawa ke lahan kosong,’’ terang Sigit. Korban mengalami trauma berat. Untuk mengungkapnya, petugas tak membutuhkan waktu lama. Bermodal keterangan para saksi, termasuk hasil rekaman CCTV (closed circuit televison), polisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri tersangka.

Tak kurang dari 24 jam, Jumat (26/10), sekitar pukul 13.00 tersangka ditangkap di tempat kerjanya di sebuah bengkel las di Desa/Kecamatan Sooko. ’’Hasil berita acara pemeriksaan (BAP), tersangka mengakui semua perbuatannya,’’ beber kapolresta.

Dia mengungkapkan, selama penyelidikan, terungkap tersangka tak hanya sekali menjalankan aksinya. Kepada polisi, dia mengaku telah melakukan perbuatan serupa kepada 11 anak usia di bawah umur sejak tahun 2015 silam. Di antaranya di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto.

’’Tersangka ini, predator anak. Karena korbannya lebih dari satu atau 11 anak,’’ tandasnya lagi. Modusnya, dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Kaze R warna hitam nopol S 2618 RI, sebelumnya dia lebih dulu berkeliling dari kampung ke kampung.

Setelah medapati sasaran dan memastikan kondisi di sekitar sepi dari pantauan masyarakat, dia pun melakukan perbuatannya sendirian. ’’Tersangka mencari korban sepulang dari kerja. Dia berupaya mendekati korban, kemudian melakukan pemaksaan, tanpa iming-iming apa pun,’’ papar kapolresta.

Kapolresta menegaskan, untuk sementara, polisi berhasil mengidentifikasi tempat kejadian perkara yang pernah disinggahi tersangka. Di antaranya, dua kali di kawasan Kecamatan Sooko. Masing-masing di areal sebuah masjid dan di sebuah rumah.

Serta di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon dan Magersari. ’’Motif tersangka karena dorongan pribadi. Setelah sering melihat adegan pornografi di ponsel dan warnet,’’ tuturnya.

Sejauh ini, petugas masih menelusuri lokasi-lokasi lain tempat tersangka beraksi. Termasuk mengidentifikasi 11 anak yang pernah menjadi korban. ’’Ini masih kita ungkap korban-korbannya (lapor atau tidak).

Kemudian kita konfrontir dengan tersangka,’’ ujarnya. Oleh polisi, tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) dan pasal 82 ayat (1) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman, minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Aris mengaku, sengaja memilih anak-anak sebagai korbannya karena selama ini dia tak mampu untuk mendekati perempuan dewasa. ’’Sebenarnya mau (sama orang dewasa), tapi (mereka) tidak ada yang mau,’’ ungkapnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia