Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Lolos 8 Besar, Challange The Lasmojo Lebih Berat

Selasa, 16 Oct 2018 20:56 | editor : Mochamad Chariris

Pemain PSMP melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto.

Pemain PSMP melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSS Sleman di Stadion Gajah Mada Mojosari, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Janji sapu bersih laga kandang benar-benar direalisasikan skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) selama mengarungi babak penyisihan grup timur Liga 2 musim 2018.

Kemenangan 2-1 atas tim tamu PSS Sleman di Stadion Gajah Mada Mojosari sore kemarin tak bisa dipungkiri menjadi keberhasilan awal seluruh tim dan manajemen The Lasmojo dalam merealisasikan target pertamanya.

Di mana, melaju ke fase 8 besar sekaligus menjadi tantangan kedua Laskar Majapahit sebelum menapaki tangga masuk ke Liga 1 musim depan. Hanya saja, keberhasilan PSMP lolos ke putaran berikutnya bukannya tanpa catatan penting yang di garis bawahi manajemen dan tim pelatih dalam memperbaiki kualitas permainan tim.

Di mana, fokus bermain selama 90 menit laga berjalan menjadi bahan evaluasi utama manajemen dalam membenahi tim di sisa waktu persiapan jelang babak 8 besar nanti.

Faktor tersebut yang pastinya bakal berdampak besar terhadap nasib 31 pemain yang tergabung selama kurun waktu 10 bulan terakhir. Hal tersebut tak lepas dari wacana manajemen yang akan merombak komposisi pemain yang akan berlaga di babak 8 besar sebagai level lebih tinggi lagi dari babak penyisihan kemarin.

’’Manajamen sudah punya wacana itu (perombakan, Red), tapi belum pasti berapa jumlah dan waktunya. Intinya, lolos ke 8 besar berarti persaingan bakal lebih tinggi lagi,’’ ungkap Jamal Yastro, pelatih PSMP.

Jamal lantas mengakui jika pertandingan kemarin sudah diprediksi menjadi milik tim asuhannya. Prediksi itu tak lepas kebijakan tim Super Elang Jawa yang menyimpan hampir 70 persen kekuatan utamanya dan hanya menurunkan pemain lapis kedua di pertandingan Senin (15/10).

Sehingga kemenangan bisa dengan mudah didapatkan Laskar Majapahit yang justru menurunkan semua kekuatan utamanya. Hanya saja, kemenangan tersebut tak lantas diapresiasi berlebihan. Pasalnya, turunnya fokus permainan masih dirasakan tim pelatih sebagai kelemahan, terutama di babak kedua.

Di mana, PSMP masih saja kecolongan satu gol, melalui titik putih yang dilesakkan Tambun Dibty Naibaho di menit ke-78. Gol tersbeut tak lepas dari menurunnya konsentrasi pemain usai leading di babak pertama lewat sepakan Ricky Kambuaya di menit ke-24 dan titik putih Indra Setiawan di menit ke-36.

’’Ya, kita tahu mereka (PSS Sleman, Red) menurunkan pemain lapis kedua. Tapi, kita ternyata masih bisa kebobolan. Mungkin bahan evaluasi kami adalah bagaimana mengencangkan kembali fokus pertandingan,’’ terangnya.

Di sisi lain, PSS Sleman mengakui jika kekalahan kemarin tak bisa lepas dari kebijakan manajemen dan tim pelatih yang sengaja menyimpan kekuatan inti agar lebih fokus di 8 besar nanti.

Tidak hanya itu, 14 pemain yang diberangkatkan juga sempat mengalami kelelahan fisik usai menempuh perjalanan menggunakan transportasi bus. Sehingga, minimnya waktu istirahat harus mereka rasakan di sisa waktu antara kedatangan tim sampai melakoni pertandingan di stadion.

’’Kita baru datang kemarin (14/10) jam 7 malam, karena kita harus menempuh perjalanan panjang. Sedianya pagi tadi (kemarin, Red) kita jadwalkan latihan dan uji coba lapangan, tapi tidak jadi. Karena pemain masih kelelahan,’’ pungkas Dewanto Rahadmoyo Nugroho, asisten pelatih PSS Sleman. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia