Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ruang Kelas Sekolah Terbakar, Perbaikan Pakai Material Sisa

11 Oktober 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dispendik Kabupaten Mojokerto memantau kondisi ruang kelas VII G SMPN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto pascakebakaran.

Dispendik Kabupaten Mojokerto memantau kondisi ruang kelas VII G SMPN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto pascakebakaran. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Siswa kelas VII G SMPN 1 Mojosari rupanya harus sedikit bersabar untuk dapat kembali belajar di dalam kelas.

Itu karena ruang kelas mereka mengalami kerusakan akibat musibah kebakaran. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan (Didpendik) Kabupaten Mojokerto bakal melakukan perbaikan.

Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Catur Iriawan mengaku pihaknya sudah memantau kondisi kelas pascakebakaran Minggu (7/10) lalu.

Menurut Catur, kerusakan paling parah terjadi pada bagian atapnya. ”Rangka atap dan genting rusak, sehingga harus diganti semuanya,” terangnya.

Sedangkan untuk meja bangku dan kursi masih dapat digunakan karena tidak sampai tersulut api. Meski begitu, satu lokal tersebut tidak lagi bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Akibatnya, sebanyak 30 siswa kelas VII G terpaksa harus direlokasi untuk belajar di aula sekolah. Karena tidak ada plot anggaran yang dialokasikan sebelumnya, dispendik dipastikan tidak dapat melakukan rehab tahun ini.

Kendati demikian, Catur memastikan ruang kelas bakal dilakukan perbaikan agar siswa bisa segera kembali belajar di kelas. ”Karena ini termasuk musibah, jadi tetap kita prioritaskan,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan memanfaatkan bahan material bekas pembongkaran kelas. Kebetulan, tahun ini di SMPN 1 Mojosari mendapatkan proyek perbaikan untuk tiga ruang kelas dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

”Jadi, rangka dan genting yang masih bagus kita gunakan untuk memeperbaiki atap kelas yang terbakar,” imbuhnya. Jika masih belum tercukupi, dispendik akan menyuplai bahan material dari sisa pembongkaran proyek rehab di sekolah lain.

Setidaknya, ada enam SMP negeri yang tahun ini dilakukan perbaikan. Catur menambahkan, ke depan dispendik akan mengupayakan untuk mengusulkan mendapat sentuhan perbaikan.

”Ini kan hanya untuk sementara saja, supaya siswa bisa kembali belajar ke kelas,” tandasnya. Sebelumnya, kebakaran terjadi pada lahan ilalang di belakang SMPN 1 Mojosari pada Minggu (7/10). Api kemudian menyambar ruang kelas VII G yang letaknya berada paling belakang.

Pihak sekolah dibantu warga setempat sempat memadamkan dengan alat seadanya. Namun, api semakin membesar dan baru dapat dipadamkan setelah empat unit PMK didatangkan. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia