Rabu, 14 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Jangan Baca

Istri Galak, Datangani Pengadilan Agama

Kamis, 30 Aug 2018 17:00 | editor : Mochamad Chariris

Ist/ilustrasi

Ist/ilustrasi (jawa pos)

Watu iteng  ditetesi banyu

Suwe-suwe yo bolong

Masio sabar lan seneng guyu

Atine yo tetep isok kobong

Istri yang hormat dan sayang suami adalah istri idaman. Itu yang ada di benak Mukiyo (samaran), 41, warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Harapan itu bahkan mendorongnya melamar Tulkiyem (samaran), 32, warga Kecamatan Gedeg. Namun, harapan tinggal harapan. Pupus sudah. Tulkiyem yang telah menjadi istrinya ternyata tidak seperti yang diidamkan.

Bagaimana tidak? Seiring berjalannya waktu, Tulkiyem berubah sikap. Semula kondisi keluarga berjalan baik-baik saja. Tahun demi tahun berjalan, suasana keluarga semakin memanas. Tulkiyem mulai berani melawan suami. ’’Nek dinasihati mesti mbantah. Nek dikandani wani. Nada suarane duwur,’’ jelas Mukiyo.

Diakui Mukiyo, Tulkiyem memang memiliki watak agak keras. Namun, selama ini masih wajar-wajar saja. Mukiyo pun bisa menyadari dan bersabar. Namun, ucapan yang keluar dari mulut Tulkiyem semakin lama semakin keterlaluan. Kadang juga tidak masuk akal.

’’Kowe iso ngewehi aku duwit sejuta seminggu opo ora? Nek ora, berarti kowe ora becus dadi bojo,’’ ungkap Mukiyo menirukan perkataan Tulkiyem.

’’Iku loro banget dirungokno,’’ ujar lelaki yang bekerja sebagai teknisi listrik itu sambil menunjuk dadanya. Dari pekerjaannya, Mukiyo memang hanya bisa menfkahi Tulkiyem sebesar Rp 350 ribu setiap dua minggu.

’’Nek pas oleh proyek rodo gede ya kadang iso sampaiRp 500 ewunan,’’ ujar Mukiyo. Namun dia tahu diri. Karena penghasilannya yang pas-pasan dan tidak tentu, dia menahan diri untuk tidak merokokdan ngopi. ’’Tapi sing jenenge sabar iku ono batese,’’ katanya.

Akhirnya bangunan pernikahan yang sudah berumur 8 tahun dan dikaruniai seorang anak itu pun harus roboh. ’’Wes ora kenek dipertahanke,’’ ujar Mukiyo. Selama 4 tahun terakhir, Mukiyo dan Tulkiyem sudah pisah ranjang.

Akhirnya, puncak kesabaran Mukiyo pun berujung pada keputusan bulatnya untuk mengurus surat cerai di Pengadilan Agama (PA) Kota Mojokerto. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia