Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Kun Misbahuzzaman, Crosser Cilik Sabet Juara Nasional

Senin, 23 Jul 2018 20:46 | editor : Mochamad Chariris

Azzam (kiri) saat berhasil naik podium setelah berhasil meraih juara IV.

Azzam (kiri) saat berhasil naik podium setelah berhasil meraih juara IV. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

Ahmad Kun Misbahuzzaman, crosser cilik asal Kabupaten Mojokerto berhasil mendulang prestasi di ajang motocross tingkat nasional.

Siswa yang masih duduk di bangku kelas III SD itu baru saja menyabet juara IV Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Supercrosser Powertrack kelas 50cc di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. 

MESKI usianya baru menginjak 8 tahun, namun prestasi yang dicatatkan oleh Ahmad Kun Misbahuzzaman terbilang cukup mentereng. Crosser cilik itu baru saja menggondol prestasi dalam ajang bergengsi Kejurnas Supercross Powertrack Seri 2, di Dieng, Wonosobo, Jateng, Sabtu (21/7).

Turun di kelas 50cc spesial engine (SE), pembalap yang beralamat di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini, mencatatkan namanya sebagai juara IV kategori usia 6-8 tahun.

Bertanding di Sirkuit Sikidang Dieng, Wonosobo, Jateng, crosser yang akrab disapa Azzam ini beradu cepat dengan 19 pembalap nasional terbaik dari daerah lainnya. Azzam tercatat sebagai salah satu dari 3 pembalap perwakilan dari Jawa Timur (Jatim) yang terjun di kelas yang sama.

Untuk memperebutkan podium, para pembalap harus saling berpacu sebanyak dua kali start. Dengan sistem perhitungan poin, crosser yang paling banyak mendapatkan poin akan didapuk menjadi juara.

Dalam pertandingan pertama atau moto 1, setiap pembalap diberi kesempatan untruk memacu tunggangannya dengan durasi waktu 10 menit plus 1 putaran. Pada start yang pertama ini Azzam kurang beruntung. Dia hanya mampu melewati garis finis di posisi enam. Dengan raihan tersebut, Azzam harus puas dengan mendapatkan 15 poin.

Merasa kurang maksimal, Azzam mencoba untuk tampil lebih baik lagi di pertandingan kedua atau moto 2. Saat bendera start dikibarkan, crosser dengan julukan sirkuit Kun Azzam 007 Si Belalang Tempur ini melesat di kelompok terdepan.

Dengan motor KTM yang ditunggaginya, dia berhasil melewati pembalap lainnya. Hingga akhirnya siswa yang masih duduk di kelas III SD Islam Al Akbar, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto ini, berhasil menyentuh garis finis di posisi tiga.

Dengan demikian, dia berhasil menambah catatan 20 poin. Sehingga total poin yang berhasil dikumpulkan sebanyak 35 poin. Atas raihan tersebut, Azzam mengungguli crosser nomor 84 Elvaro Wibisana asal Jateng yang berada di posisi V.

Azzam berhasil naik podium juara VI. Terpaut tipis 1 poin dari crosser sesama Jatim Marvin Filotopo dengan total 36 poin yang menduduki podium III. Azzam mengungkapkan perasaan bahagianya setelah berhasil mendapatkan nomor di ajang tingkat nasional itu.

Menurutnya, capaian tersebut bisa jadi batu loncatan untuk menggapai prestasi yang lebih baik lagi. ’’Senang bisa juara IV,’’ paparnya. Menurutnya, hasil yang diraihnya tersebut tak lepas dari sejumlah latihan yang dilakukan.

Azzam mengaku melakukan persiapan secara matang sebelum turun di sirkuit dekat Lembah Sikidang, Dieng, Jateng itu. Dia rutin melakukan latihan di Kota Tahu, Kediri. ’’Sebelum bertanding, latihan dua minggu full di Kediri,’’ ujarnya.

Hasil tersebut sekaligus memperbaiki penampilan pada seri sebelumnya di ajang yang sama. Pada seri 1, Azzam sempat dibalut cedera sehingga hanya bisa finis di urutan ke-10.

Meski mendapat podium IV pada seri kedua ini, namun dia merasa masih berusaha untuk mengejar prestasi yang tinggi lagi. ’’Karena juara IV masih belum puas,’’ celetuknya.

Anak ketiga dari pasangan Misbahul Munir dan Evi Arimurti ini, menyatakan keinginannya untuk meraih podium yang lebih tinggi pada seri 3. Oleh sebab itu, dia ingin kembali menggerber motornya dalam pada seri 3 yang rencananya akan digelar di Jawa Barat.

’’Targetnya bisa juara 1 nasional,’’ tandasnya. Keinginan tersebut tentu bukan isapan jempol semata. Pasalnya, prestasi tingkat nasional yang didapatkan di Dieng bukanlah piala yang kali pertama yang didapatkan Azzam.

Sebelumnya, anak kelahiran 25 Februari 2010 ini, juga mencatatkan diri mendapat juara II di Sirkuit Wisata Gunung Kelud, Kediri, beberapa waktu lalu.

Sejumlah prestasi itu tentu tidak didapat dengan mudah. Pasalnya, Azzam mengaku telah belajar menunggagi kuda besi sejak setahun yang lalu.

’’Pertama belajar sejak kelas I,’’ urainya. Diceritakannya, itu berawal dari kegemarannya memainkan game motocross. Hingga akhirnya dia mencoba tidak hanya di dalam permainan, tetapi juga di dunia nyata.

Dengan motor hadiah dari ayahnya, hingga saat ini dia menikmati hobinya sebagai crosser di sela waktu sekolahnya. Meski demikian, anak 8 tahun ini belum berpikiran untuk menjadi pembalap profesional. Sebab, Azzam mengaku kelak ingin bercitra-cita menjadi seorang penegak hukum. ’’Cita-cita ingin jadi polisi,’’ jawabnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia