Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Minat Warga Kota Nyaleg Tinggi, Ramai-Ramai Urus Suket ke KPU

Rabu, 11 Jul 2018 23:00 | editor : Mochamad Chariris

Warga mengurus surat keterangan untuk pencalegan di KPU Kota Mojokerto.

Warga mengurus surat keterangan untuk pencalegan di KPU Kota Mojokerto. (Fendy Hermansyah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Minat warga Kota Onde-Onde menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Mojokerto masih tetap tinggi. Buktinya, sedikitnya 100 warga meminta surat keterangan (suket) ke KPU dalam rangka pengurusan berkas pencalegan.

Sejak dibuka masa pendaftaran pencalegan mulai 4 Juli lalu, sampai kini sudah banyak warga Kota yang berancang-ancang daftar caleg. Mereka mengurus surat keterangan daftar pilih yang dikeluarkan KPU Kota Mojokerto. Sebagai warga kota, mereka wajib mengantongi surat tersebut sebagai salah satu syarat pemberkasan pencalegan.

Mereka yang terdaftar sebagai pemilih di Kota Mojokerto, ditunjukkan dengan suket dari KPU. Dengan begitu, secara administratif mereka berasal dan merupakan warga Kota Mojokerto. Suket tersebut wajib disertakan dalam syarat formil pendaftaran pencalegan. Nantinya, setiap caleg wajib menyertakan surat tersebut bersama berkas wajib lainnya.

Imam Buchori, komisioner KPU Kota Divisi Teknis, menyebutkan, hingga kemarin siang sudah 100-an warga kota yang mengajukan permintaan suket daftar pilih. Warga biasa dan juga warga yang kini duduk sebagai anggota dewan. ’’Sampai sekarang sudah 100-an yang ajukan suket. Karena surat ini salah satu syarat formil pendaftaran caleg,’’ ujarnya.

Dikatakannya, minat warga kota yang ingin daftar pencalegan terbilang tinggi. Itu diukur dari mereka yang ingin menggali informasi tata cara pendaftaran caleg. Kemudian, juga warga yang melengkapi syarat pendaftaran. ’’Untuk berkas pencalegan memang belum ada. Tapi, permintaan keterangan terdaftar sebagai pemilih ini yang banyak,’’ kata Imam.

Jumlah tersebut, belum lagi dari warga luar kota yang ingin mendaftar caleg di Kota Mojokerto. Syarat surat keterangan masuk daftar pilih juga tetap diminta. Hanya saja, suket itu dikeluarkan oleh masing-masing KPU di mana warga itu berdomisili. ’’Kalau yang luar kota juga ada,’’ sambung dia.

Tingginya minat warga kota mengikuti hajatan demokrasi pemilihan legislatif (pileg) ini masih di bawah kuota maksimal bakal calon legislatif yang bisa di kota. Karena, kuota maksimal yang bisa masuk sebagai bacaleg adalah sebanyak 400 orang.

Itu dihitung dari jumlah partai politik peserta pileg di Kota Mojokerto sebanyak 16 parpol. Kemudian, dikalikan dengan jumlah kursi DPRD Kota Mojokerto sebanyak 25 kursi.

Dalam sosialisasi pendaftaran pencalegan KPU Kota Mojokerto, setiap parpol berhak mengusulkan maksimal sebanyak jumlah kursi dewan di DPRD Kota. Di samping itu, mereka juga wajib mengisi bacaleg yang diusulkan dengan unsur keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen.

Di samping itu, syarat pencalegan pada PIleg 2019 ini ada yang berbeda dari sebelumnya. Seperti, syarat surat keterangan kesehatan yang dikeluarkan rumah sakit pemerintah. Suket kesehatan itu terdiri dari hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau general checkup. Selain itu, wajib dilengkapi pula hasil pemeriksaan tes psikologi dan tes kejiwaan.

’’Syarat formil lain yang juga wajib dikantongi itu surat tidak pernah berpekara hukum dari Pengadilan Negeri (PN) setempat,’’ tambah Imam Buchori. Batas akhir pendaftaran pencalegan nantinya ditutup pada 17 Juli. Penyerahan berkas bacaleg dapat dilakukan melalui parpol maupun perantara parpol atau LO.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia