Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

AKRAB Tolak Hasil Pilwali, Walk Out Rapat Pleno Rekapitulasi

Jumat, 06 Jul 2018 19:08 | editor : Mochamad Chariris

Tim sukses paslon AKRAB, Agus Jaya, meninggalkan ruang rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pilwali di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto.

Tim sukses paslon AKRAB, Agus Jaya, meninggalkan ruang rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pilwali di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pasangan cawali-cawawali, Akmal Boedianto-Rambo Garudo (AKRAB) melalui saksinya menolak hasil rekapitulasi perolehan suara Pilwali 2018 yang digelar KPU Kota Mojokerto.

Selain enggan menandatangani, mereka juga melakukan walk out dari rapat pleno rekapitulasi yang digelar di Hotel Raden Wijaya, Rabu (5/7).

Agus Jaya, saksi paslon AKRAB, menyatakan, saat rapat pleno tidak melihat nilai atau angka perolehan suara, secara prinsip tidak akan menerima hasil rapat rekapitulasi tingkat kota tersebut. Bentuknya, dengan tidak ikut menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat kota. ’’Prinsipnya kami tidak akan menerima,’’ kata dia.

Lanjut dia, penolakan tersebut terkait dengan indikasi kecurangan yang berkaitan dengan pelanggaran perundang-undangan yakni praktik money politic. ’’Kami diperintah untuk tidak terima (hasil rekapitulasi). Akan ditindaklanjuti tim hukum kami. Bahwasannya, AKRAB, hari ini menolak dan memohon maaf kepada KPU hari ini tidak patuh. Yaitu, tidak tanda tangani (hasil rekapitulasi),’’ lanjut Agus.

Ditambahkan pria yang juga politisi PDIP ini, pihaknya menilai demokrasi telah tercederai dengan praktik money politic tersebut. ’’Paslon AKRAB menolak dan tidak mengakui hasil pleno. Siapa pun yang terpilih. Pemimpin yang tidak korupsi dan tidak melanggar UU. Saya izin minta form keberatan,’’ tambah dia.

Penolakan paslon AKRAB tersebut sempat mendapat interupsi dari Panwaslu Kota. Ketua Panwaslu Elsa Fifajanti, sempat menceritakan adanya laporan dugaan praktik money politic di kawasan Magersari yang kemudian belakangan laporan itu dicabut sepihak oleh pelapor.

Hanya saja, saksi paslon AKRAB menyatakan tidak percaya dengan cerita panwaslu. ’’Kami tidak percaya. (Nanti) Diuji di pengadilan,’’ cetus Agus Jaya yang kemudian melakukan walk out dari rapat pleno rekapitulasi tersebut.

Sementara itu, sorotan terkait praktik money politic juga dilontarkan saksi dari paslon nomor urut 2 ASRI. Masduki mengatakan, kaget dengan paparan saksi paslon nomor 1 terkait praktik tersebut. Pihaknya mengatakan, berbicara proses demokrasi harusnya tak tercederai. ’’Harusnya pilkada steril dari money politic. Kami paslon 2 beri apresiasi Paslon no 1 untuk perbaiki proses pilkada,’’ ujarnya.

Saksi paslon 3 WALI, mengaku, menerima siapa pun yang menang dalam Pilwali 2018. Pihaknya juga menyatakan menerima kekalahan. ’’Catatan banyak pelanggaran di lapangan. Apa panwaslu hanya terima laporan saja atau bisa menangkap. Banyak laporan money politic tapi seakan tidak ada apa-apanya. Busung saja undang-undangnya,’’ kata dia.

Sementara, saksi paslon nomor 4 Ita-Rizal, Adam, mengapresiasi jajaran KPU. Karena, sudah melaksanakan tugas sebaik mungkin. Begitu juga kepada panwaslu karena sudah menyediakan pengawas hingga TPS. ’’Penyelenggaraan sangat jurdil. Hasil yang dipaparkan di depan (hasil rekapitulasi) sama yang dilaporkan saksi di kecamatan kemarin,’’ ujarnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia