Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Logo Dicatut Rekapitulasi Pilwali, Ketua KPU: Kami Pastikan Itu Hoax

Rabu, 27 Jun 2018 23:25 | editor : Mochamad Chariris

Foto berisi hasil penghitungan yang dinilai KPU Kota Mojokerto hoax.

Foto berisi hasil penghitungan yang dinilai KPU Kota Mojokerto hoax. (Ist for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Di tengah proses penghitungan perolehan suara Pilwali Kota Mojokerto, ada saja oknum tak bertanggungjawab yang ingin mengacaukan situasi. Salah satunya dengan menyebarkan updating data rekapitulasi penghitungan suara empat paslon hoax atau bohong.

Hingga malam ini, data berbentuk foto rekapitulasi program MS Excel dalam sebuah laptop tersebut bahkan sudah beredar di tengah masyarakat Kota Onde-Onde. Menyusul, pada gambar foto sisi atas kiri nampak terlihat separo logo KPU. Sehingga, jika tidak dicermati, hoax tersebut dapat dengan mudah dipercaya masyarakat sebagai pengguna media sosial (medsos).

”Malam ini, di Kota Mojokerto beredar screenshot laptop bergambar MS Excel tentang Hasil Pilwali Kota Mojokerto. Yang diberi keterangan, diisi berdasarkan formulir lampiran Model DI-KWK.KPU,” ujar Saiful Amin Solihin, Ketua KPU Kota Mojokerto, Rabu (27/6) malam.

Dia memastikan, selama tahapan penghitungan pilwali Kota Mojokerto maupun pilgub Jatim, KPU tidak pernah membuat rekapitulasi menggunakan model serupa. ”Dengan demikian, kami pastikan apa yang beredar adalah hoax,” tandas Amin.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, foto tersebut sudah beredar di tengah masyarakat saat sedang menunggu kepastian hasil  perolehan suara pilwali. Belum diketahui asal muasal beredarnya foto ini. Namun, dengan waktu singkat, foto yang menjelaskan perolehan suara empat paslon itu beredar dengan cepat dari grup Whatsapp (WA) satu ke yang lainnya.

Empat paslon ini antara lain adalah pasangan nomor urut 1 Akmal Boedianto-Rambu Garudo (AKRAB), nomor urut 2 Andy Seobjakto-Ade Ria Suryani (ASRI), nomor urut 3 Warsita-Moeljadi (WALI), dan nomor urut 4 Ika Puspitasari-Achmad Rizal Zakaria (Ning Ita-Cak Rizal). Pelaku juga menjelaskan perolehan suara masing-masing paslon di tiga kecamatan.

Yakni, Kecamatan Magersari, Kranggan dan Prajurit Kulon. Dalam program MS Excel itu, AKRAB dalam jumlah akhirnya dicatat meraih 14.836 suara, ASRI 15.347 suara, WALI 7.167 suara dan Ning Ita-Cak Rizal mengantongi suara tertinggi dengan 17.708 suara.

”Bukan soal angkanya, tapi soal logo KPU dan seterusnya. Ini kan seolah kami yang membuat lalu datanya bocor ke publik,” pungkas Amin. Dia berharap, warga Kota Mojokerto yang menerima atau mengetahui kabar hoax tersebut segera mengabaikan. Sebaliknya, tidak menjadikan patokan atau jusru menyebarluaskan.

Dengan harapan, tidak terjadi kegaduhan atau justru menimbulkan masalah perihal perolehan suara. ”Tujuannya, bisa jadi membentuk opini publik sudah ada pemenang. Atau menunjukkan keberpihakan. Sebab, data rekap KPU bisa bocor. Padahal kami nggak bikin,” paparnya.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia