Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

TPS Lapas sempat Alami Kekurangan Ratusan Surat Suara

Rabu, 27 Jun 2018 18:18 | editor : Mochamad Chariris

Suasa pemungutan suara pilkada di Lapas Kelas II-B Mojokerto.

Suasa pemungutan suara pilkada di Lapas Kelas II-B Mojokerto. (Farisma/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pemungutan suara pilkada di Kota Mojokerto sempat menuai. Salah satunya di TPS 04 khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto yang mengalami kekurangan sebanyak ratusan surat suara.

Kekurangan tersebut tak lepas dari penambahan secara mendadak sejumlah warga binaan dalam menggunakan hak pilihnya melalui form A5 atau pindah pilih. 

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin Solihin mengatakan, kendala tersebut tak lepas dari proses pindah pilih sejumlah warga binaan yang berlangsung selang tiga hari sebelum pencoblosan.

Padahal, KPU bersama pihak lapas sudah berkoordinasi jauh hari untuk mendata sejumlah warga binaan untuk bisa ditetapkan sebagai DPT (daftar pemilih tetap). Yakni, sebanyak 243 orang.

Dengan rincian, 43 orang menggunakan hak pilih di pilwali Kota Mojokerto dan pilgub Jatim. Sementara 200 orang lainnya hanya menggunakan hak pilih di pilgub Jatim. 

''(Tadi) kami baru mendapat informasi dari pihak lapas sekitar tiga hari lalu. Bahwa ada tambahan pemilih baru yang menggunakan form A5,'' ungkapnya. Akibat penambahan itu, petugas KPPS di TPS khusus warga binaan itu mengalami kekurangan surat suara.

Yakni, sebanyak 378 surat suara untuk pilgub. Namun demikian, KPU mengupayakan untuk memenuhi kekurangan surat suara tersebut dengan mengambilkan sisa surat suara yang tidak terpakai dari TPS terdekat.

Yakni, dari 4 kelurahan di sekitar lapas. Seperti Kelurahan Purwotengah, Jagalan, Sentanan dan Magersari. Amin mengaku, KPU optimis upaya tersebut bisa dipenuhi hingga di batas waktu proses pemilihan usai.

''Kita (pemilihan di TPS) ini kan berbasis kelurahan. Jadi, masih ada kesempatan untuk menggeser sisa suara dari TPS terdekat. Di setiap TPS juga ada cadangan surat suara 2,5 persen,'' imbuhnya.

Sebelumnya, KPU telah mendata jumlah hak pilih yang berada di lapas untuk bisa digunakan dalam pesta demokrasi 5 tahunan itu. Akan tetapi, saat jelang pendataan berakhir, tiba-tiba ratusan warga binaan baru mengurus form A5 atau pindah pilih ke TPS Khusus lapas.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia