Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Beton Jembatan Sepanjang 57 Meter Jebol, Akses Ditutup Total

19 April 2018, 19: 18: 18 WIB | editor : Mochamad Chariris

Jembatan sisi timur penghubung Mojokerto dengan Sidoarjo di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Mojokerto, sedang dalam perbaikan.

Jembatan sisi timur penghubung Mojokerto dengan Sidoarjo di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Mojokerto, sedang dalam perbaikan. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kenyamanan pengguna jalan di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dengan Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo selama satu bulan ke depan akan terganggu.

Bahkan, pengendara harus mengantre panjang jika lalu lintas sedang ramai. Itu setelah jembatan penghubung antarwilayah di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging di sisi timur sedang dalam perbaikan.

Beton jalan yang menjadi tumpuhan kendaraan banyak mengalami kerusakan bahkan jebol. Tak urung, arus lalu lintas melintasi Sungai Porong terpaksa ditutup total dan dialihkan melalui jembatan di sisi barat. ’’Kalau tidak ditutup bisa pecah pergantian betonnya,’’ kata petugas UPT Balai Besar Provinsi Jatim, Heri Siswanto.

Dia menjelaskan, satu jembatan yang menjadi lajur kendaraan dari arah utara atau Prambon-Mojosari memang harus ditutup total. Sebab, sudah satu minggu ini konstruksi jembatan dalam tahap perbaikan. ’’Kerusakan pada betonnya yang jebol,’’ tutur pria yang merangkap sebagai koordinator pekerja ini.

Menurutnya, dari inventarisasi di lapangaan setidaknya ada tujuh titik beton jembatan mengalami kerusakan. Ukurannya bervariatif. Mulai dari satu meter persegi hingga satu meter dengan panjang 30 meter. ’’Total panjang 57 meter, dengan rata-rata lebar 1 meter memanjang yang banyak,’’ papar warga asal Prambon, Kabupaten Sidoarjo ini.

Dia menyebutkan, jobolnya jembatan sepanjang kurang lebih 250 meter dan lebar 7 meter itu memang usianya sudah tua. Selain itu, banyaknya kendaraan barang yang melintas juga menjadi faktor pemicu. Terutama truk-truk bertonase tinggi mengangkut material. ’’Diperparah lagi dengan kendaraan yang diduga melebihi tonase atau overload,’’ tegas Heri.

Tak urung, sebagai langkah awal, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, sudah satu minggu ini jembatan tersebut dalam proses perbaikan sekaligus perawatan. Sebab, disadari atau tidak, jika jembatan ini dibiarkan saja dan tidak diperbaiki dampak terburuknya jembatan bisa ambruk.

’’Jadi, sebelum kemungkinan-kemungkinan itu terjadi, sudah dua minggu ini dilakukan perbaikan,’’ bebernya. Dia menjelaskan, perbaikan yang berjalan sejak Jumat lalu (6/4) selain lebih difokuskan pada beton jembatan yang jebol, secara otomatis penggantian besi-besi baru sebagai tumpuhan beton juga dilakukan.

’’Soal baut atau besi rangkanya aman. Pengecekan juga rutin dilakukan petugas. Hanya betonnya saja yang rusak,’’ ujarnya. Untuk mempercepat perbaikan, sejauh ini pekerja juga lembur hingga larut malam. ’’Pokoknya estimasi perbaikan selama satu bulan. Jadi, untuk sementara pengguna jalan dilewatkan di jembatan sisi barat,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia