Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Watercolor Nail Art, Lebih dari Cantik

Sabtu, 14 Apr 2018 16:11 | editor : Mochamad Chariris

Penggunaan cat kuku watercolor dominasi hitam.

Penggunaan cat kuku watercolor dominasi hitam. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

SETIAP jengkal tubuh perempuan, selalu menjadi titik perhatian. Sehingga, untuk ujung kuku pun, harus mendapat perawatan. Aksesoris dan hiasan lainnya mampu menaikkan derajat kecantikan.

Salah satunya melalui nail art atau seni keindahan kuku. Dari beragam jenis nail art, ternyata watercolor menjadi salah satu yang paling diminati tahun ini.

Perawatan kuku cukup lama digemari kaum hawa. Bahkan, kuku seolah menjadi mahkota kedua bagi wanita setelah rambut. Tak jarang mereka juga berlomba-lomba hingga harus merogoh kocek dalam hanya demi mempercantik kuku jemarinya.

Namun perawatan kuku ada beberapa versi. Selain pembersihan, jenis perawatan lain yang tak kalah pupuler adalah pewarnaan. Berbagai macam bentuk pewarnaan muncul sebagai role model dan tren gaya hidup wanita masakini.

Hingga muncul istilah nail art atau seni mempercantik kuku dengan warna-warni yang khas dan mempesona. Salah satunya adalah watercolor nail art yang cukup booming di tahun 2018 ini.

Hal ini yang diakui Gita Safira, salah satu mahasiswa asal Mojokerto yang menggunakan pewarnaan kuku watercolor sebagai jenis nail art bernilai seni tinggi. Menurut Gita, corak atau motif pewarnaan Watercolor membuat tangan seorang wanita jadi lebih glossy agau mengkilat. Hal ini lantaran warna yang dipilih dalam motif tersbeut didominasi oleh warna cerah.

’’Kalau tahun 2016 lalu, nail art memang cenderung lebih high colour atau warna matang. Jadi kesannya wanita lebih terlihat matang atau dewasa. Tapi kalau sekarang ada peralihan ke warna lebih muda dan cerah namun ada kesan seninya,’’ terang ABG asal Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini.

Gita menerangkan, teknik pewarnaan watercolor biasanya tidak didominasi atau terdiri dari satu warna saja. Melainkan percampuran atau perpaduan dari beberapa warna cerah. Namun perpaduan itu bukan tanpa arah. Namun juga dibarengi dengan pola pewarnaan yang membentuk karakter kepribadian si empunya kuku itu sendiri.

’’Polanya terserah kita, asalkan tidak saling tumpang tindih. Biasanya diaplikasikan dengan warna dasar putih dulu, kemudian dibentuk pola dengan kombinasi warna muda seperti pink, biru muda, atau tosca. Kalau sudah ada kombinasi itu biasanya muncul kesan gradasi warna. Untuk jenis Warnanya terserah kita, mana yang lebih difavoritkan,’’ ujar Rusita Arismawati, mahasiswa kampus Malang asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia