Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Politik

Tak Temukan Bukti Pelanggaran Kampanye Ning Ita-Cak Rizal

Senin, 09 Apr 2018 13:23 | editor : Mochamad Chariris

Istimewa

Istimewa

MOJOKERTO – Langkah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Calon Wali Kota (Cawali) Ika Puspitasari (Ning Ita), akhirnya kandas di tengah jalan.

Kasus ini dihentikan setelah Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tak menemukan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 4 tersebut. Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Elsa Fifajanti, mengatakan, Sentra Gakkumdu tak menemukan unsur pelanggaran pidana maupun administrasi dalam kampanye yang dilakukan Ning Ita-Cak Rizal, di lingkungan Balongcangkring, Mentikan, Prajurit Kulon, 26 Maret lalu.

’’Berdasarkan kajian Gakkumdu, kasus ini tidak bisa dilanjutkan,’’ ujarnya, kemarin. Dikatakan Elsa, terdapat sejumlah alasan atas keluarnya keputusan panwaslu tersebut. Di antaranya, janji yang dilontarkan Ning Ita akan memberikan satu unit mobil ambulans dalam kampanye tersebut tak masuk kategori terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

’’Sesuai Peraturan Bawaslu, bisa dijatuhi hukuman jika janji tersebut memenuhi salah satu unsur itu,’’ terang Elsa. Sementara, dari 18 kelurahan yang ada di Kota Mojokerto, Ning Ita baru menebar janji di satu kelurahan saja. ’’Sehingga, unsur masif masih belum terpenuhi,’’ beber Elsa.

Sementara itu, Komisioner Panwaslu Ulil Abshor, menambahkan, proses kampanye yang dilakukan Ning Ita-Cak Rizal malam itu, juga tak memenuhi unsur pasal 73 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Ulil menjelaskan, pasal itu bisa diterapkan jika janji pemberian satu unit ambulans bagi warga Balongcangkring tersebut direalisasikan. ’’Pemberian janji itu hanya sebatas menjawab keluhan tuan rumah yang mengeluhkan kesulitan akomodasi saat warga sakit,’’ katanya.

Dugaan pelanggaran ini baru bisa dilanjutkan ke proses penyidikan kepolisian hingga pengadilan, jika paslon Ning Ita-Cak Rizal sudah merealisasikan janji tersebut. ’’Janji itu tidak diteruskan sehingga tidak ada pemberian,’’ terang dia. 

Kepastian tidak direalisasikannya janji itu, Ulil menyebut, setelah panwaslu melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang. Mulai dari tim kampanye, Drajat Stariadji, hingga paslon.

Kasus ambulans ini juga mendapat perhatian serius Bawaslu Jatim. Rabu (4/4), komisioner Bawaslu turun dan melakukan supervisi atas kasus tersebut. ’’Panwaslu Kota Mojokerto tetap profesional dalam menjalankan tugas,’’ pungkas Elsa.

Sebelumnya diketahui, Ning Ita, calon Wali Kota Mojokerto yang diusung Golkar dan Gerindra, melakukan kampanye di Balongcangkring, Mentikan. Di depan sekitar 600-an warga, Ning Ita menjanjikan akan menyedekahkan satu unit mobil operasional untuk warga.

Mobil itu nantinya difungsikan sebagai pengantar warga ke rumah sakit. Namun sayang, janji yang belum direalisasikan itu mendadak dibatalkan lantaran dianggap melanggar aturan kampanye. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia