Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
17 Inspirator Mojokerto

Meski Sukses, Tetap Sederhana dan Tidak Menuruti Gengsi

23 Maret 2018, 01: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Huda Purwanto

Huda Purwanto (Huda for Radar Mojokerto)

MEMANG, takdir seseorang tak bisa kita tebak sepenuhnya. Jodoh, rezeki dan kematian tidak ada yang tahu. Namun, dengan berpegang teguh di Jalan Allah pasti hasilnya akan sangat berbeda.

Sosok Huda Purwanto, asli arek Mojokerto diusianya saat ini sudah terbilang sukses di karirnya. Namun, di balik kesuksesan itu banyak kisah yang menemani pria kelahiran Dusun Karangasem, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini.

’’Sejak lulus STM Raden Patah Kota Mojokerto tahun 1997 silam, langsung hijrah ke Surabaya demi mencari sesuap nasi,’’ kata pria yang tahun ini menginjak umur 39 tahun, sewaktu ditemui di sela acara puncak anniversary HUT Ke-17 Jawa Pos Radar Mojokerto 1 Maret lalu.

Hingga saat ini, lanjut, Huda, kisah hidupnya selalu dia kenang dan akan menjadi acuan dalam setiap langkahnya. Mulai dari kerja ikut proyek surveyor perencanaan jalan yang bertahan hanya 1 tahun, dikarenakan perusahaan tempat dia bekerja mengalami kebangkrutan. Namun, dengan kondisi itu, tidak membuat patah arang untuk kembali ke Kota Onde-Onde.

’’Meskipun perusahaan kolaps, aku masih kerja sebagai office boy dan menjaga tempatnya,’’ tandasnya dengan nada lirih. Karena waktu itu, juga sambil kerja di Universitas Sunan Giri jurusan mesin produksi. ’’Jadi, tidak mungkin untuk meninggalkan kuliah hanya karena tidak kerja. Jadi, apa pun keadaannya kuliah harus tetap jalan,’’ ungkapnya.

Setelah perusahaan yang dijaga harus tutup dan pindah, secara tidak langsung harus pindah kos dan pekerjaan yang lain. ’’Akhirnya segala pekerjaan aku ambil. Mulai dari jualan helm, reparasi jok, pramuniaga, buruh pabrik hingga pernah melamar dan bekerja sebagai pencari pelanggan koran Jawa Pos, dari rumah ke rumah door-to-door.Semua dilakukan, asalkan bisa buat makan sehari-hari,’’ ungkap anak pertama dari pasangan Munari dan Natiasih ini.

Dari semua pekerjaan itu, ada satu pekerjaan yang bisa disebut merupakan awal terbukanya pintu rezeki. Yakni, kerja di CV Sinar Surabaya bagian pengiriman. Setelah menggeluti dan mengetahui seluk-beluk dunia percetakan, akhirnya mempunyai pemikiran utuk membuka di Kota Mojokerto secara mandiri.

’’Saat sudah banyak kenalan dan relasi, akhirnya membuka dengan bantuan salah satu bos besar percetakan yang ada di area Mojokerto-Jombang,’’ terangnya. Awal tahun 2008, hanya bermodal mesin repro film yang nantinya akan menyuplai percetakan-percetakan yang ada di area Mojokerto, Jombang dan sekitarnya.

’’Belajar teknisi satu minggu, langsung dikerjakan sendiri. Kirim sendiri dan tagih sendiri,’’ ungkapnya dengan senyuman tipis-tipis. Setelah tiga tahun berjalan, lanjut suami Sapti Susilorini ini, hingga saat ini CV Sinar bisa menerima berbagai macam jenis orderan. Mulai dari backdrop, banner, spanduk, X-banner dan lain lain.

’’Sekarang personil CV Sinar berjumlah 19 orang, dan itupun sebagian besar dari warga Kota Mojokerto,’’ jelasnya. Kesuksesannya ini tak bisa dipisahkan dengan orang-orang percetakan yang lebih senior, serta orang tuanya. Ilmu baru dari para senior, nasihat orang tua selalu menjadi inspirasi.

’’Dulu, ibu saya selalu berpesan jangan neko-neko. Di manapun bekerja dan kapanpun harus selalu sabar, ikhlas, jujur, dan bertanggung jawab. Dan jangan banyak sambat (mengeluh, Red),’’ tegasnya.

Kesemua sifat itu, lanjut Huda, merupakan pedoman untuk diterapkan di kehidupan sehari hari. Bahkan diterapkan atau disampaikan ke semua karyawan. Selain itu, dua hal yang tak kalah pentingnya, yakni hidup sederhana tidak terlalu menuruti gengsi, serta mencetak seseorang untuk belajar cepat mengerti atau pengertian daripada mencetak orang yang pintar.

’’Biasanya, orang mengerti pasti cepat daya nalarnya dan segera bertindak. Namun, orang pintar belum tentu faham betul, bahkan kebanyakan orang pintar biasanya main teori, bukan tindakan,’’ pungkasnya. (dik)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia