Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kejari Pelototi Megaproyek, Ingatkan Rekanan Tak Main-Main

22 Maret 2018, 21: 47: 15 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (ist for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto bakal mengawal ratusan megaproyek sepanjang tahun 2018. Meski mendapat pendampingan, namun kejari me-wanti-wanti rekanan agar tak main-main dengan pekerjaannya.

Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari Kabupaten Mojokerto Rollana Mumpuni, mengatakan, saat ini sudah terdapat 124 proyek yang tersebar di tujuh organisasi perangkat daerah (OPD) dan satu rumah sakit pemerintah. ’’Mereka yang sudah mengajukan pendampingan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dikatakan perempuan yang akrab disapa Olla ini, tujuh OPD yang sudah mengajukan pendampingan itu adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebanyak  49 proyek, Dinas Pertanian 40 proyek, Dinkes 10 proyek, Dispendik 9 proyek, Disperindag 5 proyek, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (DPRKP2) sebanyak 5 Proyek, Disparpora 4 proyek, dan RSUD R.A. Basoeni 2 proyek.

Dari 124 proyek tersebut, besaran anggaran yang digelontorkan mencapai ratusan miliar rupiah. Karena, tak sedikit proyek yang didanai APBD tersebut bernilai sangat besar. Semisal proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang disorong Dinas Pertanian yang menembus angka Rp 30,4 miliar dan tersebar di 37 titik.

Pun demikian Dinas PUPR. Dinas di bawah kepemimpinan Didik Pancaning Argo ini menyorong 49 megaproyek. Dengan nilai kisaran Rp 300 miliar. Di antaranya, belanja modal pemasangan LPJU eks Kawedanan Mojokasri sebesar Rp 21.1 miliar, belanja modal pemasangan LPJU eks Kawedanan Jabung, pemasangan LPJU eks Kawedanan Mojokerto, dan eks Kawedanan Mojosari masing-masing senilai Rp 16.7 miliar.

Jumlah proyek yang dilakukan pendampingan ini, ditegaskan Olla, dimungkinkan masih bertambah. Karena, sudah terdapat sejumlah satker yang masih sebatas komunikasi untuk mengajukan pendampingan.

Sementara itu, Ketua Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Mojokerto Oktario Hutapea, mengatakan, pengawalan proyek yang dilakukan timnya, dilakukan sangat serius. Ia pun tetap me-wanti-wanti rekanan agar tetap serius dan tak main-main dengan pekerjaannya.

’’Pendampingan yang kami lakukan secara profesional. Tidak ada main-main,’’ ujarnya.

Proyek yang dikerjakan rekanan tersebut, kata Oktario, akan mendapat pengawalan timnya hingga rampung. Sehingga, rekanan akan menjalankan teguran atas temuan tim di lapangan. ’’Apapun temuan kita, harus secepatnya dikerjakan. Tidak boleh main-main dengan proyek,’’ pungkasnya.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia