Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojopedia
Sumur Upas di Balik Cerita Rakyat (3-Habis)

MUI: Hormati Keragaman Aliran Kepercayaan

Jumat, 16 Mar 2018 20:30 | editor : Mochamad Chariris

Sumur Upas Trowulan, Kab. Mojokerto, selalu ramai dikunjungi untuk melakukan ritual dan meditasi tertentu.

Sumur Upas Trowulan, Kab. Mojokerto, selalu ramai dikunjungi untuk melakukan ritual dan meditasi tertentu. (Muhammad Ihwan/Radar)

KETUA MUI Kabupaten Mojokerto, KH Mashul Ismail menyatakan, terlepas dari cerita rakyat sebuah peninggalan bersejarah atau benda cagar budaya (BCB), sebuah kegiatan yang di dalamnya mengenyampingkan Tuhan memang tidak dibenarkan.

”Secara akidah, perbuatan-perbuatan (memohon petunjuk di luar Tuhan) tersebut, termasuk dalam perbuatan syirik,” ujarnya. Namun, karena bangsa Indonesia adalah bangsa beragam, maka setiap warga negara harus bisa saling menghormati satu sama lain. Menghormati keyakinan, ragam budaya, dan agama. 

”Ya, harus kita hormati kepercayaan masing-masing umat. Tapi, kita sebagai umat muslim sudah menjadi kewajiban untuk mengingatkan. Urusan hidayah, itu urusan Allah. Kita jangan sampai nge-judge mereka. Tapi kita harus mengajak mereka (amar makruf nahi mungkar),” tandas Kiai Mashul.

Kasi PD dan Pontren Kemenag Kabupaten Mojokerto, Nur Rahmad menambahkan, sebagai masyarakat Indonesia dengan ragam budaya, memang sulit untuk menghilangkan sebuah mitos atau cerita rakyat. ”Ya harus tetap menghormati kepercayaan masing-masing individu,” paparnya.

Namun, menanggapi soal suatu tempat dianggap keramat, lanjut Rahmad, setidaknya hal itu dianggap hanya sebatas lantaran (jalan) untuk sebuah wasilah tertentu. ”Wasilah dalam hal ini, yakni sebuah tempat media atau perantara saja. Soal eksekusinya tetap memohon kepada Allah SWT. Itu nantinya yang akan menjadi tolak ukur syirik dan tidaknya,” paparnya.

Dia mencotohkan, seperti umat muslim melakukan ziarah kubur atau berziarah ke makam Wali Songo. ”Benar kita ke sana (makam) berzikir, berdoa dengan berbagai macam permohonan, tapi tetap kita memintanya kepada Allah. Seperti itu,” pungkasnya. (muhammad ihwan)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia