Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik
Bacalon Kontestan Pilwali Mojokerto 2018

Pasangan Wali Janji Bakal Atasi Banjir di Kota

11 Januari 2018, 21: 38: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warsito dan Moeljadi saat mendaftar sebagai bacawali dan bacawawali pilwali 2018 di KPU Kota Mojokerto.

Warsito dan Moeljadi saat mendaftar sebagai bacawali dan bacawawali pilwali 2018 di KPU Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Warsito-Moeljadi (WALI) menjadi bakal pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota yang pertama mendaftar di KPU Kota Mojokerto, Rabu (10/1).

Pasangan yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini maju dalam pilwali untuk mengatasi problem utama Kota Mojokerto, yakni persoalan banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Rombongan paslon ini datang sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah sempat meminta restu kepada cucu KH Nawawi di Masjid As Syuhada Ponpes An Nawawi, mereka beranjak ke kantor KPU yang berjarak sekitar 500 meter. Arak-arakan paslon didampingi pendukung dan simpatisan PAN dan PKS. Kostum pendukung paslon WALI ini berwarna putih-biru.

Kepada awak media setelah melakukan pendaftaran, bakal calon wali kota (bacawali) pasangan WALI, Warsito, mengatakan, dirinya diajak Moeljadi untuk mengatasi problem yang dihadapi Kota Mojokerto.

Utamanya, persoalan banjir. ’’Jadi kami ini ingin mengatasi persoalan banjir. Kebetulan pasangan saya, Mas Moel ini rumahnya rupanya setiap tahun selalu tergenangi banjir,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, politisi Hanura ini, menerangkan, bagaimana mengatasi banjir itu menjadi agenda prioritas utama yang bakal dilaksanakan apabila menjadi pemenang pilwali. ’’Bagaimana mengatasi banjir ini program utama,’’ terang dia.

Sedang, untuk target perolehan suara, dirinya menargetkan bisa mencapai 40 persen. Itu dihitung dengan hasil perhitungan perolehan Moeljadi kala Pilwali 2013 silam. Kemudian, digabung dengan kerja tim sukses dan mesin partai. ’’Kami optimis raih 40 persen,’’ ucapnya.

Kemudian, pihaknya mengatakan, agenda reformasi birokrasi menjadi program lanjutan yang menjadi keharusan untuk sekarang ini. ’’Yang kedua terkait masalah reformasi birokrasi. Ini hal yang pasti. Untuk yang lain-lain langsung ke tim sukses. Tagline-nya, Menuju Mojokerto Kota Cerdas,’’ kata Warsito.

Pasangannya, Moeljadi, yakin tim pemenangan ketika dirinya nyalon dalam Pilwali 2013 silam masih solid. Sehingga, dia memperkirakan untuk meraih 70 persen dari perolehan pilwali silam dirasa memungkinkan. ’’Masih memungkinkan, kita masih solid,’’ tambahnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia