Rabu, 24 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

PDIP Akhirnya Pertimbangkan Rencana Pencalonan Mas'ud Yunus

02 Januari 2018, 17: 53: 20 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus.

Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus. (Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Rekomendasi pasangan calon (paslon) PDIP pada Pilwali 2018 tidak hanya ditunggu-tunggu publik. Namun, juga parpol lain. Bakal calon terpopuler PDIP yakni Wali Kota Mas’ud Yunus masih maju mundur mendapatkan rekomendasi. DPP PDIP disebut-sebut tengah mempertimbangkan betul untuk menjatuhkan rekomendasi kepada Mas’ud Yunus.

Tak pelak, hingga tujuh hari menjelang masa pendaftaran paslon pilwali, belum ada satu pun yang siap daftar. Kalangan parpol terbilang wait and see hingga detik-detik jelang pendaftaran. Selain itu, parpol juga masih menunggu rekomendasi dari PDIP yang merupakan satu-satunya parpol yang bisa mengusung sendiri paslonnya.

Sedangkan di PDIP sendiri, calon terpopuler dan terkuat dalam masa penjaringan dan penyaringan yakni Mas’ud Yunus belum diketahui kepastian rekomnya. Mantan wakil wali kota era Wali Kota Abdul Gani Soehartono ini diketahui tersangkut kasus dugaan korupsi oleh KPK. Bahkan, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wali Kota Mas’ud Yunus mengaku tidak mengundurkan diri dalam pencalonan. Dirinya sebagai kader partai tetap berpegang teguh terhadap proses yang ada. Termasuk, menyerahkan sepenuhnya keputusan rekomendasi di DPP PDIP.

’’Saya tidak mengundurkan diri. Terkait kasus yang sedang saya alami, sebagai kader saya sudah laporan ke DPP. Saya konsentrasi ke masalah hukum ini. Tidak boleh minta jabatan. Kalau direkom partai ya siap, tidak direkom juga siap,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan memang sengaja memfokuskan diri untuk mengurusi kasus yang dialami. Setelah dirinya ditetapkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ke DPRD Kota Mojokerto oleh KPK, Mas’ud Yunus fokus dengan kasus hukum tersebut.

’’Saya sudah laporan ke DPP (soal kasus hukum yang menimpanya). Semua saya serahkan ke partai. Nanti direkom apa tidak saya serahkan ke partai. Yang jelas saya konsen masalah hukum dulu,’’ terang pria yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Mojokerto ini.

Mas’ud Yunus juga membenarkan soal adanya pertemuan dengan salah satu pengurus DPP, Mindo Sianipar dan Ketua DPC PDIP Febriana Meldyawati, di rumah dinasnya pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka. ’’Iya, Pak Mindo datang ke saya dan menyampaikan kalau masalah hukum ini, oleh DPP rekomendasi saya dipertimbangkan,’’ tambahnya.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua DPC PDIP Febriana Meldyawati membantah jika rekomendasi PDIP untuk Pilwali Kota Mojokerto 2018 sudah turun. Dikatakan pula, tidak ada bakal calon PDIP yang mengundurkan diri dari pencalonan. ’’Belum ada dari nama-nama tersebut yang mengajukan pengunduran diri secara resmi,’’ jawabnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia