Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Azzam Nur Mu’jizat Bocah Asal Mojokerto

Terlahir tanpa Dua Mata, Raih Juara Menyanyi Tingkat Provinsi

Rabu, 27 Dec 2017 17:35 | editor : Mochamad Chariris

Azzam Nur Mu'jizat digendong ibunya, Solikhatin Munawaroh, sambil membawa tropi juara menyanyi tingkat Provinsi Jatim.

Azzam Nur Mu'jizat digendong ibunya, Solikhatin Munawaroh, sambil membawa tropi juara menyanyi tingkat Provinsi Jatim. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MESKI terlahir tanpa memiliki indera penglihatan, ternyata kekurangan itu tak jadi penghalang bagi Azzam Nur Mu’jizat. Buktinya, bocah berusia enam tahun penyandang tunanetra ini mampu menyabet prestasi juara II di ajang lomba menyanyi tingkat SD/SMPLB se-Provinsi Jatim.

Saat ditemui, bocah asal Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi ini sedang asyik bermain di rumah neneknya. Saat itu, dia baru saja pulang berlibur dari Kota Malang. Siswa kelas I SDLB YPAC Kemlagi ini memang cukup sering menghabiskan waktu di rumah tersebut.

Orang sekitar lebih akrab manyapanya Azzam. Dia memiliki keterbatasan dengan indera pengelihatannya. Sebab, Azzam terlahir tanpa memiliki dua mata. Bahkan, kedua kelopak matanya juga tertutup. ”Sejak lahir, yang terlihat di wajahnya hanya hidung dan mulut saja,” tutur ibunda Azzam, Sholikhatin Munawaroh, 33.

Dia menceritakan, selama sembilan bulan mengandung tidak mengalami keluhan apa pun terhadap kondisi kesehatannya. Demikian juga saat dilakukan pemeriksaan, petugas kesehatan menyatakan kandungan dan bayinya sehat. Hingga akhirnya, putranya pun dilahirkan dengan persalinan normal pada 30 Mei 2011 silam.

Menurut dia, Azzam terlahir layaknya bayi normal pada umumnya. Sebab, sesaat setelah keluar dari rahim, anak keduanya itu langsung menangis. Namun yang membuatnya cukup terpukul ketika melihat kenyataan, bahwa buah hantinya tidak memiliki dua mata. Bahkan, keduanya dalam kondisi tertutup. ”Paling sedih saat melihatnya menangis. Karena saat menangis tidak ada air mata yang keluar,” paparnya.

Sholikhatin menuturkan, selain keterbatasan fisik, Azzam juga mengalami kelainan katub jantung yang bocor. Sehingga, pasca dilahirkan, Azzam langsung mendapat perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya. Akan tetapi, kebocoraan itu tidak begitu berpengaruh pada kondisi kesehatannya.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, kebocoran itu kemungkinan akan tertutup dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. ”Oleh karena itu, kami berikan nama Azzam Nur Mu’jizat, supaya mendapat mukjizat berupa kesembuhan dari Allah,” tegasnya.

Kini, Sholikhatin merasa bersyukur dikaruniai sosok Azzam. Sebab, di balik keterbatasan yang disandangnya, dia memiliki kelebihan. Khususnya di bidang tarik suara. Bakat itu mulai terasah ketika dia duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) di SLB YPAC Kemlagi.

Pihak sekolah pun tak jarang mengikutsertakan Azzam di berbagai ajang olah vokal. Bahkan, tak jarang dia mampu meraih juara. ”Dia termasuk anak yang mudah menghafal. Saat mulai bisa berbicara, dia (Azzam) sudah bisa langsung menghafal azan,” tuturnya.

Bahkan saat ini, dia telah menghafal banyak lirik lagu. Beberapa di antaranya merupakan bahasa asing. Seperti bahasa Inggris, Arab, hingga India. ”Paling cepat satu hari bisa hafal lirik dan iramanya. Menghafalnya dengan cara mendengarkan lagu dari kaset CD (compact disk) dan dari HP (handphone),” terangnya.

Baru-baru ini, dia juga mampu lolos ke grand final dalam rangka Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Negeri Surabaya, awal Desember lalu. Azzam terpilih mewakili Kabupaten Mojokerto dalam ajang lomba menyanyi tingkat SD/SMPLB.

Sebelum lolos, Azzam mampu menyingkirkan sekitar 33 peserta dari berbagai kota/kabupaten lainnya di babak penyisihan. Sedangkan, di grand final, dirinya harus menghadapi empat perwakilan siswa SDLB/SMPLB terbaik.

Di babak lima besar itu, Azzam membawakan dua lagu sekaligus. Lagu pertama yang dibawakan adalah lagu berjudul Rujak Uleg yang dipopulerkan penyanyi keroncong, Waldjinah. Sedangkan tembang kedua yang dinyanyikan berjudul Ayah dari Rinto Harahap yang juga dipopulerkan oleh Ariel Noah.

Penampilan Azzam rupanya memukau tim juri. Meski belum mampu meraih terbaik pertama, namun dia berhasil mendapatkan juara II. Menurut Sholikhatin, capaian itu sudah melebihi ekspektasinya. Mengingat, untuk bisa lolos grand final saja sudah menjadi prestasi bagi Azzam. ”Apalagi ini perstasi tingkat provinsi yang pertama kali diraih Azzam,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia