Kamis, 25 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Berkembang di Mojokerto Tahun 1980, Kini Punya 200 Penganut

10 November 2017, 17: 32: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penganut kepercayaan Kerohanian Sapta Darma di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Penganut kepercayaan Kerohanian Sapta Darma di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Penganut aliran kepercayaan Kerohanian Sapta Darma, Dawarblandong, Mojokerto, Tamirin, merasa bersyukur atas dikabulkannya gugatan penghayat kepercayaan di MK.

Dengan demikian, ke depan mereka tidak lagi menunggangi salah satu agama, melainkan mengisi aliran kepercayaan yang mereka anut. ”Sekarang, kepercayaan kami telah diakui setara dengan agama,” paparnya.

Meski demikian, dia menyatakan, bahwa aliran kepercayaan Kerohanian Sapta Darma bukan sempalan agama tertentu. Dia mengaku bahwa ajaran yang mereka anut berdiri sendiri tanpa bersandar dari enam agama yang telah diakui negara.

Sebab, kepercayaan Sapta Darma memiliki ajaran sekaligus tata cara ibadah sendiri sesuai dengan tuntunan yang mereka anut. Dia menjelaskan, aliran kepercayaan itu telah ada sekitar 1952 silam, kemudian mulai berkembang di Mojokerto pada tahun 1980-an.”Sekarang, kurang lebih ada 200 orang di Mojokerto,” celetuknya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia